Ketua YARA kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako.

PM, Subulussalam – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako, meminta Merah Sakti selaku Walikota dan Salmaza selaku Wakil Walikota Subulussalam untuk menjaga keharmonisannya lagi pasca Pilkada 2018 usai.

“Ya menurut amatan kita, bahwa orang nomor satu dan dua di Kota Subulussalam ini belakangan mengalami kerenggangan, karena ditengarai persaingan politik dalam Pilkada Kota Subulussalam pada Rabu lalu,” kata Edi dalam siaran persnya yang diterima pikiranmerdeka.co, Jumat (29/6).

Walikota Merah Sakti diketahui mengusung isterinya, Sartina NA untuk maju sebagai calon Walikota berpasangan dengan Dedi Anwar Bancin. Sementara, Salmaza juga maju sebagai calon Wakil Walikota mendampingi calon Walikota Affan Alfian.

“Akibat kedua pucuk pimpinan daerah ini bersaing di Pilkada, mereka sempat tidak harmonis bahkan tampak terasa ada kerenggangan dalam pandangan publik,” ujar Edi.

Pihaknya meminta kedua petinggi pemerintahan ini bisa kembali harmonis, agar tidak berdampak negatif terhadap sisa masa pemerintahan mereka yang tidak lama lagi.

“Jika di antara mereka masih berkutat dengan ego, tentu akan berdampak luas baik dalam kinerja pemerintahan maupun kondisi di tengah-tengah masyarakat,” ujar Edi lagi.

“Perhelatan pesta demokrasi sudah selesai, saatnya mari duduk bersama untuk membangun negeri Sada Kata ini dengan menghilangkan perbedaan, tentu kedewasaan mereka sebagai tokoh publik sangat diharapkan, demi kelanjutan program pembangunan yang telah dicita-citakan bersama,” harapnya.[]

Reporter: Nukman SA

Komentar