Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. (Kompas)

Jakarta – Persaudaraan Alumni (PA) 212 tak peduli dengan rencana Prabowo Subianto yang bakal rapat bersama jajaran Dewan Pembina Gerindra, Jumat (18/7) pagi.

Salah satu yang dibahas Prabowo dalam rapat itu kemungkinan soal rencana merapat ke pemerintahan Joko Widodo.

Ketua PA 212, Slamet Maarif menegaskan pihaknya tidak mau ikut campur terkait agenda rapat Prabowo. “Itukan urusan Partai Gerindra, kita nggak mau ikut campur,” ujar Slamet, Kamis (18/7).

Kadiv Hukum PA 212 Damai Hari Lubis menambahkan pihaknya tak peduli karena sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Prabowo.

Saat ini PA 212 hanya menunggu acara Ijtima’ Ulama IV yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Acara ini digelar untuk merespons perkembangan terkini pasca Pilpres 2019.

“Kami hanya tunduk dan patuh kepada IB HRS (Rizieq Shihab). Dan saat ini kami menunggu Ijtima’ Ulama IV serta hasilnya,” katanya.

Hal yang sama diutarakan Sekretaris Umum FPI Munarman yang mengaku biasa saja dengan agenda Prabowo. Munarman menyatakan FPI tidak berharap apa-apa dalam agenda rapat antara Prabowo dan para Dewan Pembina Partai Gerindra.

“FPI hanya berharap dan bergantung kepada Allah ‘Azza wa Jalla pemilik alam semesta,” ujar Munarman.

Ketua GNPF-Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui soal agenda Prabowo. “Kami hingga saat ini tidak menerima undangan dari siapapun. Mungkin pertemuan dengan partai koalisi,” ujar Yusuf.

Yang jelas, lanjut Yusuf, jika memang benar ada pertemuan itu, pihaknya mendoakan agar bermanfaat bagi rakyat.

“Insyaallah apabila benar ada pertemuan kami selalu berdoa yang di bahas masalah-masalah yang bermanfaat bagi rakyat dan negara,” ujar Yusuf.

Sebelumnya Gerindra akan membahas pertemuan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo akhir pekan silam. Salah satunya soal sikap tetap menjadi oposisi atau merapat ke pemerintahan.

Untuk itu Prabowo akan mengumpulkan jajaran Dewan Pembina Partai Gerindra di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor pada Jumat (19/7) pagi.

Sumber: CNN Indonesia

Komentar