Orang Indonesia Belanja Perhiasan ke Hong Kong dan Singapura

Orang Indonesia Belanja Perhiasan ke Hong Kong dan Singapura
Orang Indonesia Belanja Perhiasan ke Hong Kong dan Singapura

berlianJakarta—Permintaan perhiasan di Indonesia semakin meningkat sejalan bertambahnya kelas menengah atas. Sayangnya kelompok kelas sosial ini malah suka membeli perhiasan keluar negeri terutama di Hong Kong.

“Setiap tahun ada 50 juta orang yang daya belinya meningkat. Jangan sampai yang mau beli perhiasan itu harus ke Hong Kong seperti sekarang ini,” ungkap Dirjen Industri Kerjasama Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana di acara pameran perhiasan Jakarta international Jewellery Fair 2013 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (9/5/2013)

Ia mengakui bahwa Hong Kong memiliki penawaran menarik soal perhiasan. Pada sebuah tempat di Hong Kong disediakan ribuan pedagang perhiasan dari berbagai negara. Jika pameran di Indonesia hanya 1 lantai maka di Hong Kong bisa sampai 7 lantai.

“Saya rasa itu alasan banyak yang memilih kesana dibanding di Indonesia, walaupun mestinya di Indonesia bisa dikembangkan industri perhiasan seperti itu,” ucapnya.

Selain Hongkong, menurut Agus masyrakat Indonesia juga lebih suka berbelanja perhiasan ke Singapura. “Karena orang Singapura itu jemput bola, ada yang mau beli perhiasan dia datangi tuh, milih ini itu segala macam jadi kan, beli 2 atau 3 itu ketutup modal,” sebutnya.

Ia mengatakan perlunya pengembangan industri perhiasan di Tanah Air. Sebab pasar Indonesia sangat besar, jika pengusaha dalam negeri tidak siap, maka pasar tersebut akan diambil negara lain.

“Kelas menengah akan terus bertambah, setelah mereka punya rumah dan punya kendaraan kan perhiasan, ini jangan sampai ini dimanfaatkan oleh negara lain. Karena pasar kita besar,”pungkasnya.

Pameran Jakarta international Jewellery Fair 2013 berlangsung dari tanggal 9-12 Mei 2013 di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta. Buat para pecinta perhiasan, bisa datang dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.[dtc]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen
Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen PM, MEULABOH – Harga beli cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Meulaboh, Aceh Barat, sejak sepekan terakhir mengalami kenaikan hingga 40 persen, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogramnya. Seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Bina Usaha, Meulaboh, Iyan kepada wartawan, Jumat (22/9) menyebutkan, kenaikan harga tersebut akibat minimnya pasokan cabai merah lokal sejak beberapa hari terakhir. Biasanya, kata Iyan, pihaknya menerima pasokan cabai merah dari Nagan Raya hingga mencapai 100 kilogram perhari. Tetapi saat ini pengiriman cabai mereah ini tersendat. Saat ini, pedagang hanya menerima pasokan cabai hanya 40 kilogram dari Sumatera Utara. “Cabai yang kita terima sekarang ini hanya pasokan dari luar saja, itupun dengan jumlah yang sangat sedikit dan harga sangat mahal. Sehingga kami terpaksa menyusuaikan harga jual dengan harga yang kami peroleh dari distributor,” katanya. Dampak dari harga mahal membuat penjualan cabai di pasar Bina Usaha dan beberapa pasar lainnya di Aceh Barat mengalami penurunan. Warga hanya membeli cabai dalam jumlah kecil, sehingga membuat pendapatan pedagang berkurang.[] Harga cabai merah di Kota Meulaboh, mengalami kenaikan hingga 40 persen, dari Rp 30 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram.(Pikiran Merdeka/Azhar)

Harga Cabai Merah di Meulaboh Naik 40 Persen