Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Zulfikar SH, saat meninjau jalan lintas Lamteuba-Krueng Raya, yang ambruk akibat dikikis aliran sungai.(pikiranmerdeka.co/Masrizal)

PM, Aceh Besar – Jalan lintas Lamteuba-Krueng Raya, tepatnya di Gampong Ie Suum, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, ambruk dan nyaris putus akibat dikikis aliran sungai.

Meski sudah berlangsung selama setahun, namun hingga saat ini ruas jalan yang menjadi jalur penghubung menuju ibukota Provinsi Aceh itu belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Baca: Dewan Aceh Besar Siap Kawal Pemerintahan Baru

“Ini sangat berbahaya dan harus segera ditangani secepatnya,” ujar Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar SH, saat meninjau ruas jalan tersebut, Sabtu (4/11) kepada awak media.

Politisi Partai NasDem ini menyayangkan lambannya respon Pemerintah Aceh Besar. Untuk itu, Zulfikar meminta Pemkab melalui Dinas terkait agar segera melakukan penanganan dan memperbaiki ruas jalan yang nyaris putus tersebut.

Kata dia, ruas jalan tersebut selama ini digunakan oleh masyarakat di Kemukiman Lamteuba dan Lampanah serta masyarakat di Gampong Ie Suum sebagai jalur menuju ke Kota Banda Aceh.

“Kita minta Pemkab melalui Dinas PUPR tahun 2018 ini segera menanganinya agar tidak membahayakan pengguna jalan dan terputusnya akses masyarakat,” pintanya.

Pantauan wartawan, kondisi jalan ambruk akibat pengikisan sungai mencapai 10 meter dengan kedalaman hampir 3 meter. Selain mengikis badan jalan, beberapa kebun milik warga juga terlihat mulai ambruk akibat digerus oleh aliran sungai.

Nurlela, warga Gampong Ie Suum, kepada wartawan, mengatakan, kerusakan badan jalan tersebut sudah berlangsung selama setahun. Beruntungnya, kata dia, belum ada pengguna jalan yang menjadi korban.

“Kami sangat khawatir. Jika tidak segera ditangani kami takut jalannya akan putus dan mengancam keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.()

Komentar