Peringatan malam Tahun Baru Hijriyah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, (31/8) malam.

Banda Aceh – Peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah dinilai dapat menjadi momentum umat memperbaiki kualitas hidup. Semangat hijrah yang menjadi titik tolak peringatan itu hendaknya dipraktikkan Muslim dan Muslimah di Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan ajakan tersebut saat memberikan kata sambutannya dalam momentum peringatan malam tahun baru Hijriyah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu, (31/8) malam.

“Hijrahnya nabi dari Mekkah ke Madinah merupakan gerakan revolusiener menuju peradaban Islam yang lebih baik dan maju,” kata Nova.

Nova mengatakan, selama di Mekkah proses penyebaran ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW berjalan lamban. Hal tersebut terjadi karena berbagai upaya penghadangan dan gangguan yang terus dilakukan kaum kafir.

Oleh sebab itu, demi tercapainya perubahan serta perkembangan Islam, Allah memerintahkan Nabi untuk berhijrah. “Untuk itu hijrah harus dimaknai dengan melakukan perubahan dalam kehidupan dengan cara evaluasi diri dan meningkatkan kualitas kehidupan,” ujar Nova.

Di Aceh, kata Nova, bulan Muharram memiliki nilai sejarah tersendiri. Sebab, lanjutnya, penerapan syariat Islam di negeri Serambi Mekkah itu dimulai pada bulan pertama tahun Hijriyah.

“Syariat Islam yang ditetapkan sebagai landasan pembangunan Aceh diharapkan dapat menjadi rahmat dalam mensejahterakan masyarakat,” tutur Nova.

Nova menambahkan, bagi Pemerintah Aceh tahun baru Hijriyah menjadi wahana untuk mengevaluasi proses pembangunan dan momentum untuk meraih capaian yang lebih baik. Dalam kesempatan itu, dia juga meminta dukungan masyarakat alam membangun daerah.

Dukungan itu dapat dilakukan dengan cara merawat perdamaian, kesatuan serta kekompakan. Sementara itu, ustadz kondang asal Sulawesi Selatan, Das’ad Latief yang menjadi pengisi tausiah 1 Muharram di Aceh menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Ada amalan yang malaikat tak sanggup lagi mencatat banyaknya pahala amal ibadah umat Muhammad, yakni ketika umat Nabi Muhammad berkumpul di masjid Raya Baiturrahman memperingati malam 1 Muharram serta bersalawat kepada nabi-Nya,” ujar Ustadz Das’ad.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Das’ad juga memandu semua jamaah yang hadir melantunkan shalawat badar secara serentak. Menurut amatan, halaman masjid kebanggaan masyarakat Aceh itupun terlihat syahdu dan khusyuk saat shalawat menggema.

Selain salawat, Ustadz Das’ad juga meminta agar seluruh Ummat Islam di Aceh memanfaatkan momentum tahun baru Hijriyah sebagai langkah awal menghidupkan masjid dengan salat jama’ah.

“Tahun baru ini kalau betul-betul hijrah, maka hidupkanlah salat jama’ah, salat jama’ah pahalanya 27 kali lebih tinggi dari pada salat sendirian,” ujar Ustadz Das’ad.

Ustad Das’ad menuturkan, kala Nabi pertama kali berhijrah ke Madinah pertama kali yang dilakukannya adalah membangun masjid, yakni Masjid Quba. Melalui masjid itu, perubahan dan peradaban Islam mulai dibangun Nabi Muhammad SAW. Artinya, ujar dia, jika mau sukses dunia akhirat maka harus memakmurkan masjid.

“Jika ingin Nanggroe Aceh Darussalam makmur sejahtera, maka makmurkan masjid,” tutur dia.

Komentar