Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (tengah) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan (kanan) dan Ketua DPW Nasdem Aceh, Zaini Djalil (kiri) menyampaikan arahan pada rakerwil Partai Nasdem di Banda Aceh, Kamis (10/3). Dalam Raklrwil tersebut, Partai Nasdem menargetkan meraih 90 persen perolehan suara dan sekaligus menjadi partai pemenang pada pilkada 2017 di Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc/16.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (tengah) didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan (kanan) dan Ketua DPW Nasdem Aceh, Zaini Djalil (kiri) menyampaikan arahan pada rakerwil Partai Nasdem di Banda Aceh, Kamis (10/3). Dalam Raklrwil tersebut, Partai Nasdem menargetkan meraih 90 persen perolehan suara dan sekaligus menjadi partai pemenang pada pilkada 2017 di Aceh. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc/16.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh Zaini Djalil memastikan pihaknya tidak mempublis hasil survei yang dilakukan beberapa waktu lalu terhadap kandidat gubernur maupun calon bupati/walikota. Menurut dia, hasil survei tersebut digunakan hanya untuk kebutuhan internal.

Zaini menuturkan, mekanisme survei yang dijalankan NasDem akan dijadikan parameter untuk mengukur calon yang akan diusung. Sebut dia, semua bakal Cagub maupun Cawabub/Cawalkot yang mendaftar di partai itu sudah di survei tingkat elaktabilitas dan popularitasnya. “Tapi saya tak tahu hasil survei NasDem. Itu urusan lembaga survei,” ujar Zaini Djalil, Sabtu, 11 Juni 2016.

Selain itu, alasan tidak diumumkannnya hasil survei tersebut disebabkan untuk menentukan dukungan kepada salah satu kandidat gubernur, NasDem tak cukup kursi sehingga harus membangun komunikasi dengan Parpol lainnya.  Ia menegaskan, setiap orang harus menghargai kebijakan Nasdem yang tidak menyampaikan hasil surveinya. Hal ini juga disebutnya sangat wajar karena survei itu dibiayai partai tanpa membebankan biaya kepada para kandidat. “NasDem tak meminta uang sepeserpun kepada setiap calon untuk biaya survei,” tegas Zaini.

Baca: Partai Demokrat Dukung Irwandi

“Survei adalah salah satu tahapan. Nantinya, produk akhir yang dikeluarkan Partai NasDem adalah rekomendasi resmi kepada calon,” sambungnya.

Saat ini, menurut dia, NasDem masih melakukan komunikasi politik dengan berbagai Parpol dan para kandidat. “Hingga kini kami belum menentukan dukungan kepada calon manapun, baik Irwandi Yusuf, Muzakir Manaf maupun Tarmizi Karim,” sebut Zaini saat ditanyakan perihal pertemuan Irwandi Yusuf dengan Wasekjen yang juga Sekretaris Bapilu NasDem, Willy Aditya.

Pertemuan itu berlangsung pekan lalu di Jakarta. Zaini sendiri tak tahu-menahu adanya pertemuan tersebut. Namun, ia baru diberi tahu setelah pertemuan berlangsung.

Zaini Djalil mengungkapkan, itu adalah pertemuan biasa. Sebelumnya, sejumlah Balon Cagub juga pernah melakukan hal yang sama. Namun, ia tak mengetahui hasil pertemuan tersebut karena tak pernah disampaikan oleh pengurus DPP. “Ya, kita apresisasi semua calon mau melakukan komunikasi politik ke Partai NasDem,” ungkap Zaini.

Dikatakannya, sah-sah saja jika Irwandi meminta dukungan NasDem. Begitu pula jika ada kandidat lain yang meminta diusung oleh NasDem. Selain itu, menurut dia, sangat wajar pula jika NasDem menawarkan kadernya sebagai Cawagub kepada para kandiat tersebut. Kata Zaini, dalam komunikasi politik hal itu adalah hal yang biasa dilakukan.

“Saya meyerahkan ke DPP untuk memutuskan yang mana keputusan yang terbaik untuk Aceh dan terbaik untuk partai,” tegas Zaini. “Yang jangan kalau itu untuk kepentingan calon dan mengorbankan Aceh.”

Pria yang berprofesi sebagai advokat ini menjelaskan, dirinya tak pernah berambisi maju sebagai Cagub atau Cawagub. Sejak awal Zaini mengaku tak pernah terbesit keinginan maju sebagai kandidat gubernur maupun Cawagub. Meski begitu, sebagai kader partai, ia mengaku siap jika partai memerintahkannya maju dalam Pilkada 2017.[]

Komentar