Ketua Umum PNA Irwansyah

PM, Banda Aceh – Setelah mengeluarkan pernyataan menolak hasil Pemilu Legislatif 2014, Partai Nasional Aceh (PNA) kini mengintruksikan kadernya melawan segala penindasan dan kezaliman. Pernyataan itu akibat tidak puasnya perolehan suara partai orange pada pemilu ini.

Ketua Umum PNA Irwansyah mengatakan pihaknya tidak puas denga hasil  Pemilu yang penuh kecurangan. Irwansyah merasa partainya dizalimi oleh Pemerintah Aceh, penyelenggara pemilu, dan partai penguasa.

“Sikap sabar dan menahan diri kami selama ini telah menyebabkan PNA terus dizalimi, dicurangi dan dianiaya pada setiap tahapan Pemilu,” tulis Irwansyah dalam siaran pers yang dikirim ke pikiranmerdeka.com.

Irwansyah mencatat berbagai kekerasan dan kecurangan sejak partainya dibentuk hingga penghitungan suara, yaitu kekerasan, penindasan baik jiwa maupun harta benda secara masif terhadap kader danCaleg.

“Ada juga intimidasi terhadap saksi-saksi PNA di basis-basis partai berkuasa sehingga tidak bisa bekerja maksimal dan lebih seratus orang harus mengundurkan diri,” katanya.

Menurut Irwansyah, intimidasi dan kekerasan dilakukan secara sistematis oleh partai berkuasa yang mengarahkan pemilih untuk memilih partai tersebut. Selain intimidasi, Irwansyah juga menuduh penyelenggara Pemilu mulai dari KIP Aceh dan kabupaten/kota, PPK, PPS dan KPPS dibentuk oleh partai berkuasa, dan sebagian justru terang-terangan sebagai anggota dan pendukung partai tersebut.

“Sementara Bawaslu/Panwashingga saat ini masih dipermasalahkan oleh Pemerintah Aceh/kabupaten kota dan DPRA/DPRK, termasuk fasilitas operasional badan tersebut ditarik,” jelasnya.

Irwansyah juga mengungkapkan hari pemilihan diwarnai kecurangan yang masif, dimana KPPS mengarahkan pemilih, saksi tidak bisa bekerja maksimal, atribut partai di lokasi pemilihan dan pelanggaran lainnya yang diikuti penghitungan dan rekap yang sangat tertutup dan rawan kecurangan.

“Adanya keberpihakan pemerintah baik tingkat propinsi sampai kecamatan sangat kentara dan terang-terangan termasuk memanfaatkan fasilitas publik, mengancam PNS dan memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan partai berkuasa,” jelas Irwansyah.

Atas segala kecurangan pada Pemilu 2014, Irwansyah mengatakan PNA akan melakukan upaya-upaya lainnya untuk memperjuangkan hak-hak politik dan martabat rakyat Aceh.

[PM 003]

 

 

 

 

Komentar