Gua Ie di kawasan perbukitan Gampong Leupung Bruek, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, menyajikan pesona alam yang asri.

Belum banyak yang tahu keberadan gua yang menjadi sumber mata air warga sekitar ini. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui keberadaanya, seperti mahasiswa pencinta alam, warga yang membuka lahan perkebunan di sekitaran gua, dan mantan kombatan GAM yang dulu pernah bersembunyi di dalam gua tersebut.

Mantan kombatan GAM setempat, Lem Zi, mengaku dulunya ia bersama rekan-rekannya pernah bersembunyi dalam gua itu. Dia juga yang menunjukan gua tersebut kepada anak-anak Mapala Unmuha Aceh. “Kalau bagi saya, gua ini sudah seperti rumah,”sebut Lem Zi.

Dia mengisahkan, saat konflik dulu dirinya bersama puluhan kombatan GAM menjadikan Gua Ie sebagai tempat bersembunyi. “Lokasi ini aman untuk bersebunyi, menghindari kejaran militer Indonesia,”sebutnya saat menunjukan lorong gua.

Setelah konflik, lanjut Lem Zi, tepatnya pada 2008 dirinya memperkenalkan gua ini pada anggota Mapala Unmuha. Belakangan gua tersebut pun ramai didatangi para mahasiswa pecinta alam.
Untuk mencapai Gua Ie, harus melewati jalan setempak sekitar dua kilometer dan menghabiskan waktu selama 45 menit, setelah desa terakhir Leupung Bruek. Sedangkan dari Kota Banda Aceh ke Leupung Bruek menghabiskan waktu sekitar satu jam, baik mengunakan kendaraan roda dua ataupun empat.[]

Teks & Foto: Tarmizi

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh