Was-was menggunakan jasa ojek dengan driver laki-laki? Saatnya kalangan perempuan di Banda Aceh menjajal ojek dengan driver perempuan.

Kehadiran transportasi online di Aceh mendatangkan kemudahan bagi masyarakat, khususnya warga Kota Banda Aceh. Seperti halnya membeli makanan di saat waktu sempit, mengantar berkas atau paket, dan untuk bepergian. Semua keperluan itu dengan mudah memesan jasa angkutan secara online, baik ojek maupun taksi.

Namun, keresahan lain justru dialami kalangan perempuan yang ingin menggunakan jasa angkutan jenis ojek atau kenderaan roda dua. Pasalnya, selama ini ojek yang beroperasi di Banda Aceh tidak satupun menggunakan driver perempuan. Terlebih peraturan terkait berboncengan antara laki-laki dan perempuan nonmuhrim tidak terlalu diperketat dalam penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Untuk menjawab keresahan tersebut, belum lama ini diluncurkan Komunitas Ojek Akhwat Syiah Kuala (KOALA). Layanan ojek ini menggunakan driver perempuan dan dikhususkan bagi pengguna jasa anggutan dari kalangan perempuan.

Komunitas tersebut digagas Farah Febriani beberapa temannya, antara lain Afriadi, Aini, Ainna, Riri dan Suci. “Ide ini muncul karena belakangan ini banyak teman mengelukah ketiadan ojek dengan driver perempuan,” sebut Farah.

Farah Febriani, penggagas KOALA

 

Menurut mahasiswi Psikologi Unsyiah ini, selama ini kebanyakan temannya menggunakan jasa ojek bila bepergian, terutama saat pulang-pergi kuliah. “Karena tidak menemukan ojek yang drivernya perempuan, mereka terpaksa meletakkan pembatas saat naik ojek. Biasanya meletakkan tas atau map gar tidak bersentuhan dengan driver ojek yang laki-laki,” ujar wanita kelahiran 1994 ini kepada Pikiran Merdeka, Jumat pekan lalu.

Alumni Gontor Putri 1 Mantingan, Jawa Timur ini menembahkan, tujuan utama membentuk KOALA memang untuk membantu para wanita yang kurang nyaman berboncengan dengan lawan jenis. “Alhamdulillah, akhirnya hari ini saya bisa membantu teman-teman, baik yang membutuhkan driver perempuan dan juga para mahasiswi yang ingin mencari penghasilan tambahan,” ungkap Farah.

KOALA dilaunching bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2017. Namun, resmi beroperasi tiga hari kemudian, yakni sejak 28 November 2017. “Alhamdulillah kehadiran KOALA mendapat respon positif dari masyarakat luas, terutama kalangan mahasiswi yang sehari-hari menggunakan jasa ojek,” sebut Farah.

Penyiar aktif Radio Seulaweut ini menyebutkan, sejak awal launching ojek khusus perempuan tersebut langsung ada yang memesan. “Padahal saat itu kami belum menyediakan drivernya. Intinya, respon mereka positif dan merasa terbantu dengan harga yang tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.

Setelah beberapa hari beroperasi, diakui Farah, KOALA masih perlu pembenahan. Sejauh ini, lanjut dia, masih ada kekurangan yang harus dipantau dan terus diperbaiki. “Masih kurang dari segi manajemen, aplikasi dan cara mengorder yang praktis dan cepat. Kita masih menggunakan media Whatss App dalam melayani orderan pelanggan. InsyaAllah, jika berkembang kita akan membuat aplikasi sendiri,” katanya.

Farah dan teman-teman pengelola berharap, KOALA bisa terus berkembang, melebarkan sayap, serta bisa senantiasa bersilaturrahmi sesama driver dan pelanggan. “Terus mengembangkan program-program baru bagi driver dan pelanggan, agar pelanggan nyaman menggunakan jasa KOALA,” jelas Farah.

Dikatakannya, memilih transportasi yang disukai adalah hak pelanggan, ia dan teman-teman hanya memfasilitasi dan berharap menjadi bagian dari amal baik mereka terhadap sesama kaum perempuan. “Saat ini cara menetukan tarif masih manual, tergantung jarak yang ditempuh,” katanya.

Andai pun nantinya hadir ojek online khusus perempuan yang menjadi saingan KOALA, ia dan teman-teman malah bersyukur bahwa Banda Aceh sudah memperlihatkan kemajuannya. “Setidaknya, Banda Aceh sudah memperhatikan kebutuhan perempuan sebagai mayoritas penduduk di daerah ini,” imbuhnya.

Dikatakan Farah, sejauh ini pihaknya masih membuka lowongan bagi perempuan yang ingin bergabung menjadi pelanggan/driver KOALA. Bagi yang berminat dapat menghubungi melalui nomor kontak 0852-7580-3544 (Farah) dan 0852-8049-3195 (Aini).

Kehadirannya KOALA diakui sangat membantu perempuan yang sering menggunakan jasa ojek, salah satunya Suri Monica Abubakar yang memang tidak bisa mengendarai sepeda motor. “Sangat bermanfaat, memudahkan kita untuk pergi kemana pun. Ini membuat saya merasa nyaman, karena drivernya juga perempuan,” ungkap mahasiswi Fakultas FISIP Unsyiah ini kepada Pikiran Merdeka.

Menurut wanita asal Aceh Tamiang ini, meski belum lama beroperasi tetapi pelayanan yang diberikan sangat memuaskan dengan para driver yang baik hati dan sangat ramah. “Harapan saya, semoga KOALA semakin maju dan bisa membuka akses kerja yang lebih luas bagi para perempuan yang berminat bergabung menjadi driver,” harap Suri.[]