Madrasah Sulaimaniyah Turki mewisuda 23 santriwan, Minggu, 2 Juli 2015, di Mesjid Boeng Cala Aceh Besar. 10 orang di antaranya diberangkatkan ke Istanbul, Turki, pada Senin 3 Agustus 2015 untuk menempuh pendidikan selama 2 tahun.

PM, Banda Aceh – Madrasah Sulaimaniyah Turki cabang Aceh akan memberangkatkan sepuluh orang hafiz muda ke Istanbul, Turki, pada Senin 3 Agustus 2015 untuk menempuh pendidikan selama 2 tahun. Kesepuluh orang tersebut merupakan bagian dari 23 santriwan yang diwisuda hari ini, Minggu, 2 Juli 2015, di Mesjid Boeng Cala Aceh Besar.

Rahmi soraya selaku Humas Yayasan Sulaimaniyah Turki cabang Aceh mengatakan, tahun pertama mereka akan disebarkan dan di tempatkan di asrama wilayah Asia maupun Eropa, dan di tahun ke dua barulah para santri tersebut akan dikumpulkan di asrama yang ada di Istanbul.

“Anak-anak ini ada yang mampu menghafal A-Quran dalam tempo satu tahun, ada yang enam bulan dan ada juga yang 8 bulan. Salah satu santriwan yang bernama Wahyu Shidqi mampu menyelesaikan hafalannya dalam jangka waktu hanta 4 bulan saja, masya Allah,” kata Rahmi setelah acara wisuda hafiz muda tersebut.

Rahmi mengatakan, ke tiga belas santri yang tersisa dan tidak diberangkatkan ke Turki, sore tadi, telah diberangkatkan ke Asrama Sulaimaniyah cabang Medan untuk pemantapan Bahasa Turki. Ke 13 santri tersebut akan diberangkatkan ke Turki pada tahun 2016.

“Di Turki ada sekitar 4000 lebih Asrama Turki yang tersebar di seluruh wilayah Negara baik wilayah Asia maupun Eropa. Sementara itu Asrama Turki Yayasan Sulaimaniyah ini juga terdapat di seluruh Negara di dunia. Di Indonesia sendiri telah ada 25 asrama, tiga di antaranya berada di Banda Aceh dan yang paling membahagiakan adalah ke tiga Asrama tersebut tidak berbayar.

Kata Rahmi, Asrama Turki Yayasan Sulaimaniyah didanai oleh Zakat, Sadakah, dan infaq masyarakat muslim dari seluruh dunia, khususnya oleh masyarakat Turki yang menentang Rezim Kemal Ataturk. Kata Rahmi, seorang putra terbaik dari Aceh yang pada tahun 2009 diberangkatkan ke Turki melalui Asrama di Jakarta, sekarang menjadi Kepala Ponpes Tahfiz Al-Qur’an di Kuala Lumpur.

“Hadirnya tiga Asrama Turki di Aceh kiranya bisa menjadi media yang mempererat hubungan silaturrahim antara masyarakat Aceh dengan masyarakat Turki yang telah melegenda dalam kisah Lada Sicupak. Kiranya melalui Asrama Yayasan Sulaimaniyah Turki cabang Aceh mampu mencetak generasi cinta Al- Qur’an yang kelak akan mampu membangkitkan kejayaan Islam di Aceh dan di Turki. Amin, ya Rabbal Alamin,” kata Rahmi.

(PM 005)

Komentar