PM, Aceh Tenggara – Hingga Selasa (19/6), sampah tampak berserakan di sejumlah titik di pasar Pajak Pagi gampong Lawe Rutung, kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara. Diduga pihak dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat kurang memperhatikan lokasi ini dalam beberapa hari terakhir.

Informasi yang diterima pikiranmerdeka.co dari salah satu pegiat LSM di Aceh Tenggara, kondisi buruknya kebersihan di pasar utama bagi warga Kutacane itu terjadi hingga lebaran ke lima. Pihaknya mengamati kondisi pasar Pajak Pagi cukup parah. Tampak sampah berserakan dimana-mana dan menimbulkan bau tidak sedap.

Ketua Gerakan peduli lingkungan dan anti korupsi (GPLAK) Aceh Tenggara Amri Sinulingga kepada pikiranmerdeka.co meminta Plt Kepala DLHK Aceh Tenggara, Sahidin untuk turun ke beberapa titik di pusat perbelanjaan khususnya di Pajak Pagi Lawe Bulan.

“Sebaiknya Kadis DLHK lebih rutin memantau kondisi di lapangan,” kata dia melalui selulernya, Selasa (19/6).

Sementara itu, Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Aceh Tenggara M Saleh Selian menyayangkan pihak DLHK yang mengabaikan kerja pembersihan di pasar tersebut.

“Mungkin Plt Kadis Kebersihan yang baru itu belum begitu paham akan fungsi dinasnya,” tukas Saleh.

Menurutnya, kinerja DLHK mulai merosot sejak berganti Kadis. Ia pun berharap Plt Kadis DLHK Agara, Sahidin untuk turun ke lapangan dan memantau kondisi rill kebersihan di Kutacane.

“Sebab kebersihan pasar, taman serta lokasi vital lainnya merupakan barometer kepribadian suatu daerah, saya pikir Bupati perlu menegur yang bersangkutan,” ungkap Saleh. []

Komentar