Ahmad Dhani (Foto Kapanlagi.com)

Jakarta – Sebagai seorang musisi, Ahamd Dhani terkenal kaya akan referensi, terutama musik klasik. Hal ini sangat mempengaruhi karya yang ia ciptakan baik saat bersama Dewa atau proyek pribadinya.

Dhani juga sering mengcover beberapa lagu klasik saat tampil atau di dalam album. Tak hanya izin kepada musisinya, Dhani pun nekat membeli karya musisi tersebut agar bisa ia gunakan semaunya.

Tercatat ada 5 lagu dari berbagai musisi yang ada di luar negeri yang telah dibelinya, salah satunya bahkan dari legenda rock, Queen. Penasaran apa saja? Simak berikut ini.

Queen

Dengan karyanya yang out of box nan jenius dan selalu berbeda dengan band sejawatnya, membuat Queen menjadi salah satu idola Ahmad Dhani. Karena begitu menyukainya membuat Dhani pun membawakan salah satu single band asal Inggris berjudul Mustaphabersama TRIAD pada tahun 2009.

Tak ingin terbatasi dalam mengcover, Dhani pun membeli single yang menceritakan menceritakan kisah hidup pejuang Islam ini. Mustapha. Ada banyak perbedaan antara Mustapha yang dibawakan oleh Dhanibersama TRIAD dengan versi Queen. Dhani banyak memberikan distorsi di dan unsur-unsur modern, sedangkan versi Queen sendiri lebih klasik dan megah.

P Ramlee

Selain sebagai seorang musisi, Ahmad Dhani juga memiliki kepiawaian dalam mengaransemen sebuah karya. Idealisme dan kejeniusannya ia tuangkan ke dalam proyek sampingannya yang terkadang membuat kita geleng-geleng kepala.

Salah satu proyek gilanya bernama The Swinger, di mana sosok Dhaniyang dikenal sebagai seorang rocker memainkan lagu-lagu Swing. Di proyek ini dia mempopulerkan sebuah lagu dari Malaysia berjudul Madu Tiga. Lagu ini merupakan soundtrack dari film yang berjudul sama dan dipopulerkan oleh aktor sekaligus penyanyi P. Ramlee pada tahun 1964.

Lagi-lagi Dhani memberikan nunasa berbeda dalam arransemen. Beberapa part distorsi masih mewarnai, namun masih terdengar megah.

Sergio Mendes

Mungkin kalian menduga-duga bahwa lagu Cinta Mati 2 yang dipopulerkan oleh Mulan Jameela ini adalah jiplakan. Sebenarnya tidak, karena Presiden Manajemen Republik Cinta, Ahmad Dhani telah memiliki lisensi terhadap lagu ini.

Lagu ini sebenarnya berjudul Real Life yang dipopulerkan oleh Sergio Mendes pada tahun 80-an. Dhani pun mencoba mengkomposisi ulang dengan nuansa yang lebih modern dan menghilangkan sound new wave tahun 80-an. Pun begitu cita rasa lagu ini tak hilang sama sekali.

Kayak

Rasanya susah untuk menjajari selera musik Ahmad Dhani yang benar-benar luar biasa ini. Selain itu dia tidak memliki selera yang pasaran dan selalu membuat kita berdecak kagum.

Kembali ke masa Dewa 19 yang dulu pernah membawakan lagu berjudul Cintaku Tertinggal di Malaysia, ternyata irama lagu sama dengan band asal Belanda bernama Kayak dengan judul Ruthless Queen.

Pastinya Dhani bukan menjiplak mentah karya dari band yang terbentuk pada tahun 1972 ini. Dia telah membeli lagu tersebut dan kemudian digubah kembali dengan arransemen ala dirinya sendiri.

Stephen Simmond

Akhirnya misteri lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada yang dituduh mirip dengan lagu Stephen Simmondsberjudul Tears Never Dry pun terkuak. Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa dia membeli lisensi lagu tersebut yang kemudian digubah dengan lirik bahasa Indonesia.

Sebuah lagu perenungan yang memiliki lirik kritis seakan mempertanyakan ke dalam diri kita sendiri akan keberadaan Tuhan. Lagu yang dibawakan oleh Dhani dan Chrisye ini benar-benar epic dan begitu pas arransemennya.

[PM.004]

Komentar