LELAKI berjanggut tipis itu tersenyum sembari menawarkan secangkir kopi. Di meja tempat ia duduk, ada beberapa lelaki dewasa lainnya. Mereka sedang ngopi sore itu di sebuah kedai kopi kawasan Batoh, Banda Aceh.

Bang Faisal, begitu ia disapa. Lelaki bernama lengkap Faisal Ridhal ini baru saja turun dari sebuah sedan keluaran ’90-an. Sedan Corolla itu merupakan roda empat yang ia senangi. Berawal dari kesenangan terhadap Corolla itu pula, Fisal bergabung dalam member klub Corolla Aceh. Puluhan teman-temannya yang memiliki sedan Corolla kemudian mempercayakan Faisal sebagai ketua klub tersebut.

“Klub ini sudah berdiri sejak 26 Juli 2006. Sekarang saya dipercayakan teman-teman sebagai ketua klub untuk Aceh. Boleh dibilang, saya ini generasi ketiga dalam persatuan Great Corolla Club Aceh,” ujar Faisal beberapa hari lalu.

Ia kemudian memperkenalkan beberapa temannya sore itu, yang juga bagian dari persatuan Great Corolla Club Aceh atau disingkat GCCA. Di antara mereka yang ngopi petang itu, ada yang berposisi sebagai dewan pembina klub.

Hal ihwal berdiri persatuan Corolla ini dimulai dari empat orang. Keempatnya merupakan pemakai sedan Corolla yang pada tahun 2006 mencoba menggagas sebuah organisasi untuk para pecinta Corolla. Salah satu di antara mereka, dr. Rizki, mencoba membuka wacana pembentukan klu Corolla di Aceh.

“Great Corolla Club Indonesia mendukung dan menyambut baik niat yang disampaikan dr. Rizki. Maka, ia bersama tiga temannya tadi mencoba mendirikan klub Corolla untuk Aceh,” ungkap Faisal.

Dalam perjalanannya, klub Corolla Aceh ini sempat vakum selama tiga tahun sejak pertama dibentuk. Hal ini karena kesibukan masing-masing para member. Akhirnya muncul Akmal, ia mencoba mengajak teman-teman pengguna Corolla membangun kembali GCCA yang sempat vakum.

Wal hasil, di tahun 2009, klub Corolla Aceh kembali aktif dengan dikomandoi langsung oleh Akmal. Tiga tahun kemudian, 2012, komando GCCA dipercayakan kepada Ade Afrizal yang kini masuk dalam jajaran Dewan Pembina GCCA bersama Akmal dan kawan-kawan.

“Sejak tahun 2013, kawan-kawan mempercayakan kepada saya sebagai pemegang kemudi GCCA. Sampai saat ini, anggota GCAA sudah 50 member,” tutur Faisal lagi.

Lebih lanjut, Faisal menyebutkan bahwa saat ini member klub Corolla Aceh tersebar di kabupaten/kota seluruh Aceh. Hanya saja, sebagian besar berdomisili di Banda Aceh.

“Siapa pun yang punya Corolla kita terima sebagai member GCCA. Jadi, secara umum, member GCCA adalah mereka yang memiliki Corolla mulai keluaran 1992 sampai 1995, lalu mau menjadi member,” katanya.

Menurut Faisal, klub ini dibentuk sebagai wadah komunikasi dan silaturrahmi sesama pemilik Corolla. Namun, member GCCA tidak tertutup kemungkinan bagi mereka yang sudah tidak memiliki Corolla.

“Boleh jadi, sekarang seseorang tidak memiliki lagi Corolla. Namun, sebelumnya ia punya Corolla dan pernah jadi member. Maka, dia tetap member kita,” papar Faisal.

 

Keluarga Besar

Layaknya sebuah komunitas professional, silaturrahmi GCAA bukan hanya milik member, tetapi juga keluarga member. Faisal mencontohkan, sebulan sekali atau dalam waktu yang disepakati akan ada pertemuan ibu-ibu/istri para member Corolla. Pertemuan itu diwujudkan dalam Family Gatering.

“Kalau sesama member sendiri ada kopdar bulanan di tiap minggu pertama awal bulan,” katanya.

Selain itu, klub Corolla Aceh juga pernah melalukan touring bareng ke Bumi Teuku Umar Aceh Barat dan Nagan Raya. Bentuk-bentuk kegiatan seperti ini, kata Faisal, untuk mengingat hubungan sesama member dan keluarga besar lebih akrab lagi.

Dalam bentuk lain, silaturrahmi yang terajut diaplikasikan dalam bahu-membahu dan tolong-menolong. Pernah suatu kali, seorang member GCCA bocor ban di tengah jalan yang jauh dari perkampungan penduduk. Si member mencoba menghubungi ketua GCCA dan member GCCA terdekat.

Dalam waktu tak berapa lama, sejumlah orang dengan mobil Corolla mendatangi lokasi dimaksud. “Begitulah sederhananya kami saling silaturrahmi. Klub ini dibentuk untuk merajut hubungan lebih baik antarsesama pecinta Corolla,” papar Faisal.[]

 

Komentar