PM, Banda Aceh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Aceh Barat sejak pertengahan Januari 2026.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 17 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan, dengan penanganan masih berlangsung hingga akhir pekan lalu.
Staf Pusat Data dan Informasi BPBA, Haslinda, menyampaikan bahwa peristiwa karhutla terdeteksi sejak Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 15.45 WIB. Kebakaran terjadi di beberapa gampong pada Kecamatan Johan Pahlawan, Woyla, dan Meureubo.
“Karhutla terjadi di Gampong Lapang dan Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan; Gampong Aron Baroh di Kecamatan Woyla; serta Gampong Alue Peunyareng dan Pasi Aceh Tunong di Kecamatan Meureubo,” ujar Haslinda dalam laporan resmi BPBA.
Dari hasil pendataan BPBA, kebakaran menghanguskan lahan seluas ±7,5 hektare di Gampong Suak Raya, ±4,5 hektare di Ujong Beurasok, Gampong Lapang, ±3 hektare di Suak Nie, serta sisanya tersebar di Aron Baroh, Alue Peunyareng, dan Pasi Aceh Tunong.
Meski demikian, BPBA memastikan tidak terdapat korban jiwa, pengungsi, maupun warga terdampak secara langsung dalam kejadian ini.
“Korban terdampak, pengungsi, dan korban jiwa nihil,” tulis laporan tersebut.
Sejak kejadian, BPBA bersama BPBD Kabupaten Aceh Barat dan unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api.
Tim Pusdalops BPBA dikerahkan ke lokasi dengan dukungan dua unit drone, kendaraan operasional, mesin air, selang, hingga ATV untuk memantau dan memutus penjalaran api.
Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap sejak Jumat (16/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026), melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.
Selain pemadaman, petugas juga membagikan masker kepada warga dan sejumlah sekolah sebagai langkah pencegahan dampak asap.
“Kondisi terakhir, api berhasil dipadamkan di beberapa lokasi seperti Aron Baroh dan Alue Peunyareng. Namun penanganan di Gampong Suak Raya dan Suak Nie masih berlangsung untuk mencegah penjalaran api ke permukiman dan jalan raya,” kata Haslinda. []
Belum ada komentar