PM, Banda Aceh – Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Aceh ( KARAT) berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu (28/3). Mereka menolak kenaikan BBM yang diberlakukan mulai April 2012.

Unjuk rasa dimulai dengan menggelar long march dari Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menuju Bundaran Simpang Lima. Kemudian para pendemo berdiri melingkari bundaran dan menyampaikan orasi serta pernyataan sikap.

Koordinator aksi, Razikin dalam orasinya menuntut agar rencana menaikkan BBM itu dibatalkan karna memberi pederitaan pada rakyat.

Dia menambahkan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM mengakibatkan mahalnya biaya pendidikan, kebutuhan pokok, alat transportasi, serta bertambahnya jumlah pengangguran.

“Kebijakan menaikkan BBM membuat rakyat semakin disengsarakan, kemudian tingkat kesenjangan sosial akan meningkat karena tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” jelas Razikin.

Pada aksi tersebut, KARAT yang terdiri dari seikat pekerja, serikat buruh, organisasi mahasiswa, LSM, guru, aktivis perempuan dan Ormas di Aceh, juga menggelar pengalangan tanda tangan dukungan penolakan pencabutan subsidi, kenaikan BBM dari masyarakat pada kain putih berukuran 10 meter. Setelah berorasi di Simpang Lima, para pendemo melanjutkan aksi ke Gedung DPRA.

Pada aksi yang dimulai pukul 09.30 Wib hingga 11.00 Wib, massa pendemo juga membawa berbagai atribut dan tulisan-tulisan yang menolak kenaikan BBM.  Demonstrasi yang berlangsung tertib dan aman itu juga dikawal aparat kepolisian dari Polresta Banda Aceh. [chk]

Komentar