Terpampang spanduk ungkapan kekecewaan KPK kepada Presiden Jokowi terkait 16 bulan kasus penyiraman Novel Baswedan , Jumat 21 Juli 2018 /TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

PM, Jakarta – Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menantang Presiden Joko Widodo untuk memberikan matanya kepada penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras. Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo menyebut saat ini mereka lebih berfokus menagih janji Jokowi menuntaskan teror terhadap Novel Baswedan.

“Saya fokus untuk menagih janji Pak Jokowi menuntaskan kasus penyiraman air keras Bang Novel dengan dibentuknya TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) merupakan salah satu realisasi janji beliau,” kata Yudi kepada wartawan, Senin (31/12/2018).

Yudi mengatakan saat ini pelaku teror masih bebas dan bisa mengancam penyidik KPK lainnya yang bekerja memberantas korupsi.

“Karena sampai saat ini pelaku masih berkeliaran bebas di luar sana dan bisa jadi akan mengincar penyidik-penyidik KPK lainnya yang saat ini sedang giat-giatnya memberantas korupsi terbukti dengan 30 OTT sepanjang 2018,” tutur Yudi.

Sebelumnya, Andi Arief mengkritik Jokowi yang menurutnya gagal menuntaskan kasus yang menimpa Novel Baswedan. “Kalau masih ada yang yang berkoar soal penculikan atau pembunuhan masa lalu, sebaiknya besok pagi lihat mata Novel Baswedan. Tanyakan pada sebelah matanya, Jokowi ngapain aja?” kicaunya lewat akun Twitter @AndiArief_, Minggu (30/12).

Menurut Andi, pembahasan soal penculikan dan pembunuhan masa lalu akan relevan jika Jokowi mau memberi sebelah matanya pada Novel Baswedan. Menurut Andi, percuma Jokowi punya mata tapi tak mampu menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

“Kenapa mata Pak Jokowi? Karena percuma punya mata tapi tau mau melihat persoalan yg mudah ini untuk diselesaikan,” tambahnya.

Sumber : Detik

Komentar