Cuplikan gambar dari video yang berisi himbauan Bupati Pidie, Roni Ahmad yang beredar di masyarakat. (Ist)

PM, Banda Aceh – Juru bicara Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA), Muhammad Nur mengingatkan Bupati Pidie, Roni Ahmad yang akrab disaba Abusyiek, untuk lebih berhati-hati menyampaikan informasi ke publik, apalagi berkaitan dengan kepentingan dan hajat masyarakat.

Hal itu dikatakan M Nur menyusul beredarnya video Abusyiek yang berisi himbauannya terhadap masyarakat Pidie agar tidak mengikuti gerakan ‘People Power’. Gerakan ini belakangan kian hangat dibicarakan lantaran berisi ajakan kepada massa untuk beraksi di Jakarta pada 22 Mei mendatang. Gerakan ini muncul sebagai protes atas hasil Pemilu 2019 lalu.

Namun, yang jadi viral dalam video itu justru ketika Roni Ahmad salah mengucapkan kata kata ‘People Power’ jadi ‘Pilpreos Power’, sehingga mengundang reaksi warganet baik di dalam hingga luar Aceh.

“Kita berharap agar ke depannya beliau lebih hati-hati lagi dalam menyampaikan sesuatu sehingga kapasitas beliau sebagai Bupati tidak terganggu,” ujar M Nur.

Menurut dia lagi, suara pemimpin daerah seyogyanya mencerminkan suara rakyat, sehingga keberadaannya sejalan dengan kehendak dan keinginan rakyat Pidie.

Selain itu, M Nur juga menganggap selama ini Pemda Pidie kerap bersikap gegabah dalam menjalankan pemerintahan sehingga, dapat merusak citra masyarakat Pidie di mata orang lain.

Ia mencontohkan, Pemda Pidie pernah gegabah dalam menjalankan program suntikan Vaksin Maeles Rubella yang saat itu menimpa seorang bocah bernama.M Helmi, sembilan bulan yang lalu.

Pemerintah saat itu terkesan memaksakan kehendak untuk melakukan suntikan MR, padahal kata M Nur, MUI dan Menkes sendiri belum memutuskannya boleh atau tidaknya vaksin itu digunakan.

“Gara-gara itu korban terpaksa harus dirawat di rumah Sakit Zainal Abidin akibat lumpuh divonis dokter,” kata dia. []

Komentar