Jakarta—Pemerintah segera melaunching Mega Proyek Trans Sumatera Highway. Proyek infrastruktur yang menghubungkan Lampung dan Aceh ini saat ini masih melakukan persiapan.

“2013 (anggaran) belum masuk, tapi sudah mulai kami persiapkan (proyeknya). Saya akan segera launching itu (Trans Sumatera), kita akan segera miliki high grade highway Sumatera,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di jakarta.

Menurutnya, sejauh ini identifikasi masalah dari proyek tersebut sudah dilakukan. Begitu juga dengan sistem dan skema program sudah selesai dikerjakan. “Pembebasan lahan pun sudah mulai dilakukan,” ujarnya.

Jalan Tol Trans-Sumatra adalah sebuah jalan tol sepanjang 2700 km yang menghubungkan Lampung dengan Aceh di pulau Sumatra. Jalan Tol ini diperkirakan akan menelan investasi sebesar Rp 150 triliun.

Tidak hanya berupa pembangunan jalan tol, Trans Sumatera juga akan dibangun jalur kereta api. Detil tahapan pembangunan bahkan sudah tertuang secara rinci dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (Ripnas).

Jalur KA lintas Sumatera ini nantinya menghubungkan jalur KA eksisting yang sudah ada yaitu di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Lampung menjadi jaringan jalur KA yang saling terhubung dengan Jembatan Selat Sunda nantinya.

Jalur KA yang ditargetkan beroperasi pada 2030 ini sesuai dengan estimasi Kementrian perhubungan akan dilayani 145 lokomotif dan 1.435 unit kereta, untuk mengangkut penumpang sebesar 48.000.000 orang pertahun. Sedangkan untuk angkutan barang dibutuhkan lokomotif sebanyak 760 unit dan gerbong sebanyak 15.170 unit untuk mengangkut barang sebesar 403.000.000 ton pertahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, pameran Infrastructure Summit 2012 kali ini dipastikan berbeda dengan infrastructure summit seperti yang dulu. Kali ini acara tersebut didesain untuk lebih mendorong peranan pemerintah daerah.

“Makanya ada 23 gubernur hadir dan 19 Gubernur memberikan paparan. Jadi kami tidak spesifik nawar-nawarkan karena kita sudah punya blue booknya, punya infrastructure book yang dibuat MP3EI maupun yang ada di dalam bukunya Bappenas. intinya kami dorong peran pemda semakin tinggi,” ungkapnya.[dna]

Komentar