Jakarta—Visit Aceh Years 2013 yang tinggal menunggu hari harus bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan keanekagaraman budaya Aceh pada dunia. Karena itu, Pemerintah Aceh dituntut harus mampu mengemas ulang potensi daerah yang dikenal dengan sebutan Srambi Mekkah itu.

“Visit Aceh tahun depan harus menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan kepada dunia tentang Aceh sesungguhnya. Di Aceh sangat dihargai yang namanya keberagaman.” kata anggota Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar, Minggu (16/12).

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh ini menuturkan, provinsi yang kini dipimpin Gubernur Zaini Abdullah itu memiliki banyak destinasi wisata. Tak hanya yang alami seperti pantai, pegunungan dan danau, banyak objek lain yang bisa dieksplorasi terutama kebudayaannya.

Dalam bidang seni tari, sebutnya, sedikitnya ada dua budaya tari Aceh yang bisa menunjukkan keberagaman, yaitu Tari Saman dan Tari Seudati. Tari Saman berasal dari wilayah dataran tinggi Aceh, sedangkan Tari Seudati berasal dari wilayah pesisir.

“Karena itu, saya berharap pemerintah Aceh juga harus mampu me-repackaging (mengemas ulang, -red) Tari Saman dan Tari Seudati pada ajang Visit Aceh Years 2013. Supaya mampu menggambarkan Aceh yang beragam secara menarik,” ujar Raihan.

Ditambahkannya, momen Visit Aceh 2013 juga bisa dijadikan momentum untuk lebih mengenalkan Tari Seudati ke dunia internasional. Tujuannya, agar Tari Seudati mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO, sebagaimana pengakuan terhadap Tari Saman.[jpnn]

Komentar