SAVE 20210s526 170147
Kalrifikasi dan permintaan maaf pria yang mengikatkan tali ke leher dan tangan anak di Aceh Utara. [Dok. Tribrata]

PM, Aceh Utara – Beredarnya video yang memperlihatkan seorang bocah asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, dalam keadaan diikat tali di leher dan kedua tangannya ke belakang, mendadak viral dan jadi perbincangan hangat di dunia maya.

Video berdurasi sekitar 15 detik itu beredar luas melalui media sosial Facebook dan WhatsApp (WA). Aksi ini disaksikan sejumlah warga dan teman sebaya korban. Dalam video itu, bocah itu diketahui kedapatan mencuri kotak amal mesjid kawasan Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Ia diamankan polisi pada Senin (24/5/2021) dan dibawa ke Mapolsek Tanah Jambo Aye.

Belakangan, Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Ahmad Yani menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak keluarga pelaku anak dengan pengurus mesjid.

“Pengurus mesjid dan pihak keluarga dari anak sepakat berdamai dan bersedia mengganti uang yang diambil senilai Rp1,5 juta” ujar AKP Ahmad Yani, Rabu lalu (26/5/2021) melansir Tribrata.

Penyelidikan lalu berlanjut ke pria dalam video yang mengikat leher dan tangan anak tersebut. Setelah diketahui dan diusut, pria itu menyatakan klarifikasi di Polsek Tanah Jambo Aye dan meminta maaf, Rabu kemarin (26/5/2021).

Dalam video ini, pria itu mengaku bernama Bachtiar Johan, dan tak lain Kaur Pemerintahan di Gampong Ceumpedak Kecamatan Tanah Jambo Aye.

“Sehubungan dengan kejadian pencurian kotak amal Baiturahman, Cempedak yang dilakukan oleh (nama anak) dan pada saat tersebut saya ada melilitkan tali di leher (nama anak) itu hanya sekedar shock terapy untuk anak tersebut atas tindakan tersebut saya meminta maaf, apabila ada yang merasa keberatan,” ujarnya.(*)