(Foto: Antara)

Banda Aceh – Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh menyatakan permohonan paspor sejak awal Januari 2019 meningkat drastis menyusul kenaikan harga tiket pesawat domestik.

“Berdasarkan hasil wawancara dan amatan petugas salah satu keperluan permohonan paspor adalah untuk keperluan transit di suatu negara sebelum masuk kembali ke dalam negeri,” kata Kasi Lalu Lintas Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh, Muhammad Hatta di Banda Aceh seperti dilansir Antara, Senin (14/1).

Ia menjelaskan permohonan paspor dari masyarakat di Banda Aceh pada Januari 2019 terjadi kenaikan sejak 3 Januari yakni dari hari biasa 130 sampai 150 per hari menjadi 200 permohonan per hari.

Salah satu faktor meningkatnya permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh, sambung Hatta, juga dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket pesawat domestik yang terjadi akhir-akhir ini.

Seperti yang dikatakan Khaidir, salah seorang warga Aceh Besar ini mengaku sejak terjadi kenaikan harga tiket domestik, dirinya memilih menggunakan rute Banda Aceh-Malaysia-Jakarta karena harga tiket jauh lebih murah dibanding dengan menggunakan domestik.

“Kami lebih memilih transit ke Malaysia untuk menuju Jakarta sebab harga tiket lebih murah,” katanya.

Ia menambahkan selisih biaya yang dikeluarkan untuk berangkan ke Jakarta dengan menggunakan transit di Malaysia lebih murah dan bisa menghemat pengeluaran.

Sebelumnya, seluruh maskapai nasional yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) telah menurunkan tarif tiket penerbangan sejak Jumat 11 Januari 2019 pada beberapa rute penerbangan seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Jogja, Jakarta-Surabaya, Bandung-Denpasar dan akan dilanjutkan dengan rute penerbangan domestik lainnya.

Ketua Umum Inaca Ari Askhara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (13/1) lalu, mengatakan hal itu menyusul keprihatinan masyarakat atas tingginya harga tiket dan adanya komitmen positif atas penurunan biaya kebandaraan dan navigasi dari para pemangku kepentingan seperti PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, AirNav dan Pertamina.

“Di tengah kesulitan para maskapai kami tetap paham dan mengerti akan kebutuhan masyarakat dan kami ÿmemastikan komitmen memperkuat akses masyarakat terhadap layanan penerbangan nasional serta keberlangsungan industri penerbangan nasional tetap terjaga,” kata Ari.

(Muh Ifdhal/Antara)

Komentar