ilustrasi bitcoin uang kripto 1 169
Ilustrasi uang kripto. [Dok. CNN]

PM, Jakarta – Harga mata uang kripto atau crypto currency seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll berpotensi terus melaju. Ada sentimen positif yang bisa mendorong kenaikan harga Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll.

Pada perdagangan Selasa 30 November 2021 pukul 07.56 WIB, CoinMarketCap mencatat harga Bitcoin, uang kripto terbesar di dunia naik 1,467% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 57.992,72 per keping.

Pada Sabtu 27 November 2021, harga Bitcoin bertengger di level 54.300-an per keping. Harga uang kripto Bitcoin yang sekitar US$ 54.000 merupakan yang terendah sejak Oktober 2021. Harga Bitcoin pernah mencapai titik tertinggi sebesar US$ 69.000 pada November 2021.

Di kelompok 10 uang kripto terbesar lainnya, harga Ethereum (terbesar kedua) naik 3,56% menjadi US$ 4.442,94 per keping. Harga uang kripto Binance Coin (terbesar ketiga) naik 2,11% menjadi US$ 622,75 per keping.

Harga uang kripto Tether (terbesar keempat) stagnan di level US$ 1. Harga uang kripto Solana (terbesar kelima) naik 2,56% menjadi US$ 205,15.

Harga uang kripto Dogecoin yang sempat populer dan kini menjadi terbesar ke-10, naik 4,95% menjadi US$ 0,2156.

Harga uang kripto lain yang pernah trending dan belakangan harganya merosot, Shiba Inu pun naik. Harga Shiba Inu naik 12,40% menjadi US$ 0,00004347.

Meski harga Shiba Inu naik, tapi belum bisa mengangkat peringkat di pasar. Shiba Inu masih duduk di peringkat 12 uang kripto dengan nilai pasar terbesar.

Sebelumnya, harga uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll  cenderung turun karena efek kemunculan varian baru Covid-19 di Benua Afrika.

Sentimen pendorong kenaikan harga Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll adalah semakin banyak negara yang mengizinkan penggunaan mata uang kripto tersebut sebagai alat pembayaran. Terbaru, Thailand akan mengizinkan penggunaan mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll.

Dilansir dari Kompas.com, Thailand tengah berupaya untuk membangkitkan kembali industri pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 dengan menargetkan orang-orang kaya dengan sumber pendapatan dari mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll.

Senin (29/11/2021), Otoritas Pariwisata Thailand tengah bekerja dengan regulator serta bursa mata uang kripto setempat sehingga turis asing bisa melakukan transaksi dengan crypto currency seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll.

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand Yuthasak Supasorn mengatakan, dengan membuka izin transaksi mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll untuk pariwisata, maka bisa membantu mengembalikan industri pariwisata yang kehilangan pendapatan hingga 80 miliar dollar AS akibat pandemi. “Ada orang-orang yang kini menjadi kaya dari mata uang kripto dan mungkin mereka inggin menggunakan kekayaan yang telah mereka dapatkan tersebut,” ujar Yuthasak dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

“Bila mereka menggunakan mata uang tersebut tanpa perlu menukarnya (dengan mata uang konvensional), atau dihadapkan dengan pajak pemerintah, maka akan membuat mereka menjadi merasa nyaman (untuk melakukan transaksi),” jelas dia.

Namun demikian, perlu waktu hingga akhirnya turis bisa menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Polkadot, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll untuk melakukan wisata di Thailand.

Pasalnya, seperti negara lain di dunia, Thailand belum menerima mata uang kripto sebagai alat transaksi yang sah. Namun demikian, otoritas pariwisata setempat mengatakan, dasar dari pertimbangan keputusan untuk mengizinkan transaksi kripto oleh turis adalah kian luasnya penerimaan masyarakat seiring dengan perjalanan wisata dunia yang beranjak normal.

Yuthasak mengatakan, otoritas akan membentuk unit baru tahun depan untuk mengelola isu penerimaan mata uang kripto, mengembangkan dompet digital, serta membangun ekosistem wisata yang mendukung hal tersebut.

Otoritas pariwisata telah melakukan diskusi dengan Komisi Sekuritas dan Bursa setempat, Bank of Thailand, serta bursa kripto terbesar di Thailand, Bitkub Online terkait rencana tersebut. “Bila Thailand ingin meulihkan sektiar 80 persen pendapatan pariwisata pra pandemi pada tahun 2023 tetapi dengan jumlah kedatangan turis asing yang kita lihat pada tahun 2019, kita dapat mencapainya dengan mendapatkan seseorang seperti Russel Crowe atau pemegang kripto seperti Tim Cook untuk berwisata ke sini,” ujar Yuthasak.

Jadi, siapkah Anda investasi di uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Shiba Inu, Solana dll?[] Sumber: Kontan

Komentar