Sabang Marine Festival. (Foto Oviyandi Emnur)
Sabang Marine Festival. (Foto Oviyandi Emnur)

Enam dari belasan yacht asal Amerika, Inggris, Australia, Thailand, Malaysia, dan Afrika Selatan, yang mengikuti Sabang Marine Festival 2016, berparade dari Teluk Sabang hinga ke Teluk Marina Lhok Weng, di Iboih. Dari dermaga khusus bersandarnya kapal pesiar wisata itu, rombongan turis asing diangkut dengan perahu wisata menuju Pantai Iboih di sebelahnya. Sementara, para profesional mengemudikan wind suring di perairan Iboih dengan pelan.

Di langit Kota Sabang, paramotor terbang meraung-raung mengelilingi Pulau Weh. Atraksi paramotor itu menjadi hiburan lain bagi sebagian masyarakat yang tengah mengikuti lomba memancing di Pelabuhan CT3, Teluk Sabang, juga menjadi tontonan selingan bagi masyarakat yang tengah menyaksikan permainan rakyat di lapangan Yos Sudarso Kota Sabang; seperti lomba tarik tambang, lompat karung, balap bakiak, dan panjat pinang.

Aksi Wind Surfing di Perairan Iboih. (Foto Oviyandi Emnu)
Aksi Wind Surfing di Perairan Iboih. (Foto Oviyandi Emnur)

Sepanjang malam, mulai 26-29 April 2016, rakyat Sabang dihibur oleh berbagai seniman di panggung seni dan budaya di Arena Sabang Fair, dalam rangka Sabang Wonderful Art Week, dengan menghadirkan sejumlah seniman lokal. Di arena itu, penonton juga melihat foto-foto keindahan laut Pulau Weh hasil jepretan juara Lomba Foto memeriahkan Festival Bahari Sabang atau Sabang Marine Festival 2016.

Pagelaran SMF 2016 diplot anggaran sebesar Rp1,2 miliar oleh Kementerian Pariwisata RI untuk memperkenalkan pesona wisata bahari Sabang kepada wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) sekaligus mengajak masyarakat Sabang sendiri untuk mamanfaatkan dan melestarikan potensi bawah lautnya. Festival ini program tahunan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sejak 2015 yang dibantu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh serta Disbudpar Sabang.

Sabang Wonderful Art Week. (Foto Oviyandi Emnu)
Sabang Wonderful Art Week. (Foto Oviyandi Emnur)

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakanPulau Weh merupakan akuarium raksasa ciptaan Allah yang perlu dijaga dan dilestarikan. “Jaga dan pelihara terumbu karang dan ikan-ikan yang ada di dalamnya. Jangan sam- pai rusak, alam dan ekosistemnya, karena itu akan berpengaruh pada pariwisata,” pesan Ar- ief Yahya melalui media.

Disbudpar Aceh merilis, kunjungan wisatawan ke Sabang semakin meningkat setiap tahunnya. Pada 2015, mencapai 629.217 orang terdiri dari 623.635 wisnus dan 5.582 wisman. Bahkan sampai Triwulan I (Januari-Maret 2016) jumlah kunjungan sudah mencapai 43.486 wisa- tawan terdiri dari 42.800 wisnus dan 686 wisman. Sementara itu,Indonesia pada 2016 menargetkan kunjungan wisatawan bisa menyentuh angka 12 juta wisman dan 260 juta wisnus.

Turis Asing Beradu Lompat Karung. (Foto Oviyandi Emnu)
Turis Asing Beradu Lompat Karung. (Foto Oviyandi Emnur)

Pariwisata Aceh dengan tagline barunya “The Light of Aceh” telah memulai menyedot perhatian turis semenjak awal tahun ini termasuk mendukung SMF II yang berlangsung selama 26-30 April 2016. Sederet kegiatan SMF II lainnya selain disebutkan di atas ialah lomba jalan santai dan sepeda santai, lomba mewar- nai, dan lomba tangkap bebek. Tak hanya masyarakat, sebagian yachter pun ikut meramaikan beberapa lomba itu.[]

Narasi: Makmur Dimila

Photo: Oviyandi Emnur

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA