dampak gempa aceh
Sepnajang 70 Meter tenbok penjara kelas II A, Lambaro rubuh akibat gempa 8.5 SR yang mengguncang Aceh, Rabu kemarin. Penjara tersebut menampung 400 lebih Narapidana.(Andi Ibnu GP)

Jakarta—Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, terus memantau gempa yang melanda Aceh empat kali berturut-turut, Sabtu (21/4) pagi. Dia mengatakan gempa tersebut cukup langka di dunia.

“Empat kali gempa di Aceh berturut-turut sebesar 5,1 Skala Ritcher, 5,6 SR, 5,9 SR, dan 6,5 SR perlu dicermati karena arahnya berbeda dengan gempa susulan yang sebelumnya mencapai 130 gempa lebih,” kata Andi Arief.

Ia menyatakan rangkaian gempa tersebut perlu diwaspadai karena kemungkinan bakal memicu gempa baru di wilayah subduksi dalam beberapa waktu mendatang. Tak seperti gempa susulan yang umumnya bermagnitudo kecil, keempat gempa yang menggoyang Aceh pagi ini magnitudonya justru cenderung naik.

Andi Arief mengatakan Ahli Gempa Dr Irwan Meliono dan tim telah berangkat ke lokasi gempa di Simeulue itu sejak Kamis (19/4) lalu, guna meneliti gempa tersebut yang menurut para pakar tergolong unik.

Andi Arief menjelaskan, tim ahli yang berangkat ke Simeulue kali ini terdiri dari para pakar gempa dari dalam negeri sendiri. “Selama ini ahli-ahli Indonesia hanya mendampingi periset asing yang datang karena tertarik meneliti gempa yang terjadi di sini. Kini kita akan memulai tradisi baru untuk memimpin sendiri riset pasca gempa-gempa besar di Indonesia,” dia menegaskan.

Penelitian itu, terang Andi, seiring dengan bantuan yang juga didatangkan pemerintah untuk menolong para korban. Penelitian dari para pakar gempa Indonesia diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif terhadap potensi bahaya kegempaan di pantai barat Sumatera.

Hasil penelitian, menurut Andi, juga menjadi masukan bagi pemerintah dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan dengan mempertimbangkan mitigasi bencana gempa bumi.[vvn/*]

Komentar