PM, Banda Aceh – Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal menyambangi Kabupaten Bener Meriah guna memantau kondisi infrastruktur transportasi dan akses jalan yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah ini, Rabu (31/12/2025).
Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Bener Meriah, Abdul Kadir, dirinya meninjau kondisi jalan yang terkena longsor, salah satunya di jalan pacuan kuda. Pihaknya menentukan titik pemasangan rambu lalu lintas di beberapa jalur alternatif maupun jalur baru yang telah berfungsi untuk dilalui oleh masyarakat.
Faisal mengatakan, titik-titik rawan tersebut bakal dilengkapi dengan rambu maupun penunjuk arah yang memadai sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas sehingga potensi kecelakaan dapat dihindari.
Dishub Aceh dalam kesempatan itu turut menyerahkan tujuk unit water barrier untuk ditempatkan pada titik rawan yang terdampak longsor, termasuk perlengkapan petugas yang berjaga di titik tersebut.
Sehari 64 Penerbangan di Rembele
Pada hari yang sama, Teuku Faisal juga meninjau Bandara Rembele untuk melihat aktivitas distribusi logistik dan penerbangan umum di bandara tersebut.
“Bandara Rembele berperan penting sebagai pusat distribusi logistik dan evakuasi masyarakat di wilayah tengah karena jalur darat terputus akibat bencana,” kata Teuku Faisal.
Sementara itu, Kepala UPBU Rembele, Sofyan Rasad menyampaikan bahwa selama masa tanggap darurat penerbangan di Bandara Rembele mencapai 64 penerbangan dalam sehari, mulai dari pesawat berbadan kecil hingga besar seperti Boeing 737-300.
Softan menambahkan, penerbangan reguler yang dilayani oleh Maskapai Wings Air dan Susi Air juga menunjukkan tingkat keterisian yang cukup tinggi yaitu mencapai 85 persen.
“Susi Air juga beberapa kali melakukan extra flight karena demand-nya sedang tinggi,” sebutnya.
Kadishub Aceh berharap maskapai yang sudah masuk ke Bandara Rembele, termasuk penerbangan kargo, bisa terus dilanjutkan tahun depan karena dari sisi demand cukup banyak, dan kapasitas runway cukup untuk melayani pesawat sekelas Boeing 737-300. []
Belum ada komentar