ilustrasi

PM, CALANG – Dinas pendidikan Kabupaten Aceh Jaya, membantah telah mengeluarkan nama siswa korban pelecehan seksual dari data pokok pendidikan (Dapodik) sekolah.

“Kami tidak mengeluarkannya,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Jaya, Edwar, kepada PIKIRANMERDEKA.CO, Jumat (06/4).
Kata dia, pihak dinas tidak pernah mengeluarkan data korban dari Dapodik sekolah. Bahkan dia mengaku data tersebut masih ada di Dinas Pendidikan.

Terkait: KPPA Sesalkan Data Korban Pelecehan Dikeluarkan dari Dapodik Sekolah

“Data Nominasi Sementara masih ada, akan tetapi data Nominasi tetap yang tidak ada lagi karena dia tidak sekolah lagi,” ujarnya.

Kata dia, pihak keluarga anak korban pelecehan seksual telah membuat surat pernyataan jika anaknuua tidak ingin melanjutkan sekolah. Surat pernyataan itu, sambungnya, ditanda tangani pada tanggal 06 Maret 2018.

“Ini ada surat sama kami terkait pernyataannya bahwa dia sendiri yang tidak mau lagi sekolah karena rasa malu. Dari pihak sekolah juga sudah berupaya untuk menjemput korban tersebut ke rumahnya,” tambahnya.

Lanjut dia, pihak sekolah juga telah memberi waktu kepada ayah korban untuk berfikir dan berumbuk dengan keluarga terkait keinginan korban yang tak ingin melanjutkan sekolah.

“Jadi bukan sekolah yang mengeluarkannya. Yang lebih tau hal ini kan pihak sekolah, itu memang permintaan dari ayah korban yang menyatakan bahwa dia tidak sanggup lagi bersekolah,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa korban sudah sejak bulan Januari sampai Maret tidak pernah masuk sekolah. Sehingga, pihak sekolah melakukan rapat dan memberikan mandat kepada wali kelas untuk menjumpai ayah korban,

“Untuk ikut ujian ada syarat-syarat, apakah sudah lama tidak sekolah bisa langsung ikut ujian,” terang Edwar.

“Jadi perlu kami sampaikan bahwa ia tidak serta merta dikerluarkan oleh kepala sekolah, akan tetapi ini merupakan hasil rapat dari semua guru dan sesuai dengan hasil surat pernyataan dari pihak keluarga korban,” pungkasnya.()

Komentar