partai nasional aceh
partai nasional aceh
Ketua Umum Partai Nasional Aceh (PNA) Teungku Mukhsalmina (tengah) memperlihatkan logo partainya saat konferensi pers, usai mendaftarkan partai tersebut ke Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Aceh, Selasa (24/4).(Pikiran Merdeka/Heri Juanda)

Banda Aceh—Irwandi Yusuf mendaftarkan partai lokal baru ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Selasa (24/4). Parlok yang diberi nama Partai Nasional Aceh (PNA) itu dipimpin mantan Jurubicara GAM Wilayah Aceh Besar Teungku Mukhsalmina.

Selain Teungku Irwansyah alias Teungku Mukhsalmina selaku Ketua Umum PNA, pendaftaran partai bentukan mantan gubernur Aceh bersama sejumlah mantan petinggi GAM itu juga dihadiri para pengurus lainnya. Di antaranya, Ligadinsyah, Muharram, Amni bin Ahmad Marzuki, Thamren Ananda, Tarmizi, dan Lukman Age.

Irwandi Yusuf yang sebelumnya dikabarkan akan ikut dalam pendaftaran partai tersebut, kemarin, tidak hadir dalam rombongan yang tiba di Kemenkumham Aceh sekira pukul 11.00 WIB. Pendaftaran partai lokal  baru itu diawali dengan penyerahan berkas oleh Ketua Umum PNA Teungku Mukhsalmina kepada Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Aceh Syamsul Bahri.

Berkas yang diserahkan dalam pendaftaran tersebut yakni AD/ART, nama dan lambang partai, akta notaris, struktur kepengurusan, dan sejumlah persyaratan lainnya. Partai Nasional Aceh memakai logo dengan warna latar orange dan diberi lambang satu bintang besar, lima bintang kecil di bagian atas, serta dua tangkai padi di sisi kiri dan kanan.

Menurut Teungku Mukhsalmina, makna bintang besar yang ada di lambang PNA adalah keagungan. “Sementara lima bintang kecil di bagian atas bermakna rukun Islam. Sedangkan dua tangkai padi di bagian sisi kiri dan kanan bermaknakan kemakmuran dan kesejahteraan,” katanya dalam konferensi pers seusai pendaftaran.

Mukhsalmina mengatakan pembentukan partai lokal itu untuk menampung semua aspirasi masyarakat dan pemersatu bagi masyarakat Aceh yang berpolitik praktis. “Pembentukan partai ini bukan karena adanya kekecewaan dari kubu Irwandi, tapi murni karena ingin menampung aspirasi masyarakat Aceh,” terangnya.

Dalam struktur kepengurusan, Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai Dewan Pembina (DP). Selanjutnya Ketua Umum Irwansyah alias Teungku Mukhsalmina, Sekretaris Jendral (Sekjen) Muharram Idris, Wakil Sekretaris Jenderal Ligadinsyah, Bendahara Umum Lukman Age, dan Wakil Bendahara Umum Amni Ahmad Marzuki.[zal]

Komentar