1192424932
Ilustrasi Foto: Densus 88. (KOMPAS/ ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

PM, Jakarta – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap ustaz Ahmad Farid Okbah di kediamannya kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa dini hari, 16 November 2021. Penangkapan Farid dinilai berdampak ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebab meskipun yang bertindak ini adalah Densus 88, tapi yang terkena getahnya Presiden Jokowi karena yang ditangkapin itu adalah ulama,” kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 November 2021.

Menurut Anwar, pemerintahan Jokowi bisa dianggap oleh sebagian elemen masyarakat melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Sebab, banyak ulama, ustaz, dan dai yang ditangkap karena kasus terorisme beberapa waktu terakhir.

“Tapi betulkah Jokowi yang telah memerintahkan penangkapan-penangkapan ini? saya terus terang tidak yakin dan tidak percaya. Saya tidak yakin Presiden Jokowi akan memerintahkan hal itu,” ujar Anwar.

Dia meminta Densus 88 menjaga nama baik Kepala Negara. Agar presiden bisa bekerja dengan tenang mengatasi masalah-masalah yang tengah dihadapi bangsa.

“Jangan beliau diganggu serta terganggu oleh hal-hal seperti ini,” ucap Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan itu.

Menurut Anwar, Densus 88 seharusnya menemui orang yang dicurigai terlibat dengan teroris terlebih dahulu sebelum melakukan penangkapan. Kemudian, memberikan peringatan dan penjelasan-penjelasan kepada terduga dengan baik.

“Sehingga, mereka akan mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan-perbaikan. Mereka tidak perlu ditangkap seperti sekarang ini,” tegas Anwar.

Di samping itu, Anwar berharap Densus 88 mempertimbangkan tindakannya agar tidak berimbas kepada nama baik Presiden Jokowi. Dia menyebut masyarakat banyak keluar sumpah serapah pascapenangkapan ustaz Farid.

“Tetapi yang disumpah serapahi itu bukanlah Densus 88, tapi Presiden Jokowi, pemimpin dari pemerintahan yang berkuasa saat ini. Kasihan sekali nasib presiden dan nasib negeri serta nasib bangsaku saat ini,” katanya.

Densus juga menangkap anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An-Najah (AZ) dan ustaz Anung Al Hamat (AA). Namun, Anwar tidak menanggapi penangkapan keduanya. Anwar hanya menanggapi penangkapan ustaz Farid yang ia kenal sebagai ulama yang anti tindak kekerasan.

Ketiga ustaz itu telah ditetapkan tersangka. Mereka disebut Densus terlibat dengan kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Ahmad Zain dan Farid disebut Dewan Syuro JI, sedangkan Anung pengawas kelompok JI.[] Sumber: Medcom.id

Komentar