Partai Demokrat

# Ical: Rapimnassus Bukan Bahas JK

Jakarta—Partai Demokrat dinilai tidak serius mencalonkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai calon presiden 2014. “Saya rasa bukan Pak JK yang nantinya akan dicalonkan Demokrat, ada satu nama yang masih dirahasiakan Demokrat dan itu bukan Pak JK,” ujar pengamat politik dari Universitas Airlangga Haryadi, Sabtu (5/6/2012).

Haryadi menilai Demokrat hanya melakukan komunikasi politik sopan santun saja terhadap JK, dalam hal pencalonan presiden 2014. Pencalonan JK, kata dia, belum merupakan keputusan resmi PD. “Saya lebih melihat itu komunikasi tidak serius, itu keputusan orang per orang yang di sana-sini lebih banyak sopan santunnya,” ujarnya.

Demokrat, menurutnya masih menyembunyikan figur calon presiden yang telah disiapkan untuk maju dalam pemilu presiden 2014. Figur calon presiden PD, tentunya harus mampu menyaingi figur tokoh besar seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie. “Kalau nama-nama itu yang akan muncul di Capres 2014, mereka (Demokrat) butuh figur yang mungkin belum di-lauching, dan itu bukan JK,” kata Haryadi.

Sementara itu Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menegaskan Rapimnassus Partai Golkar yang akan digelar dalam waktu dekat ini tidak membahas masalah wacana Jusuf Kalla (JK) sebagai calon presiden oleh Partai Demokrat.
“Tidak ada pembahasan itu. Kami hanya membicarakan hasil rapat sebelumnya,” kata politisi yang akrab dipanggil Ical ini seusai menjadi pembicara pada dialog dengan pelajar mengenai dunia wirausaha di di Gedung 45 Surabaya, Sabtu.

Namun, Ical sendiri mengatakan jika memang ada partai lain yang melamar kader Partai Golkar sebagai capres berarti membuktikan bahwa Partai Golkar selama ini sebagai gudangnya pemimpin. “Apalagi kalau seluruh partai banyak yang melamar berarti Golkar memilki kader berkualitas,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Umar Arsal mengatakan tidak menutup kemungkinan partainya mengusung JK sebagai calon presiden. Namun secara mekanisme, semuanya diserahkan kepada majelis tinggi partai.

Demokrat akan terbuka untuk figur-figur yang ada, termasuk JK. Menurutnya figur seperti JK bisa masuk tapi memang diprioritaskan kader namun tidak menutup kemungkinakan di luar kader.

Adanya kabar yang menyatakan bahwa elektabilitas JK mendominasi di Sulawesi Selatan, Umar mengatakan hal itu harus dibuktikan. Jika polling JK memang bagus, bukan tidak mungkin Demokrat mengusungnya.

Tapi itu dikembalikan kepada aspirasi internal partai mulai dari DPC, DPD sampai DPP dan kemudian diputuskan oleh Majelis Tinggi. Namun Umar mengaku hingga saat ini belum diputuskan mekanisme apa yang akan diambil, apakah berbentuk konvensi atau survei.[inc/ant]

Komentar