Sebagian warga berziarah di makan Teungku di Anjong sambil menunggu waktunya berbuka puasa. Foto: PM/Oviyandi Emnur

Buka puasa bersama menjadi tradisi di kalangan masyarakat kita. Mulai buka bersama keluarga besar, kawan, kolega hingga komunitas tertentu.

Tetapi ada pemandangan yang berbeda dengan buka puasa bersama di Masjid Teungku Di Anjong, Gampong Peulanggahan, Banda Aceh. Masyarakat disuguhkan dengan “kuah beulangong” atau kari kambing dan berbagai takjil lainnya.

Dalam buka puasa bersama itu, masyarakat juga dapat mengenali sejarah masjid sekaligus berziarah ke makam Teungku Di Anjong yang terletak persis di samping masjid.

Teungku Di Anjong adalah seorang ulama besar yang hidup pada masa Kerajaan Aceh dipimpin Sultan Alauddin Mahmud Syah, 1760-1781 M. Nama ‘Di Anjong’ yang ditabalkan itu berarti disanjung atau dimuliakan.[]

Foto & Teks: PM/Oviyandi Emnur

Suasana buka bersama di halaman Masjid Teungku di Anjong, Peulanggahan, Banda Aceh. Foto: PM/Oviyandi Emnur
Warga memasak Kuah Beulangong sebagai menu untuk berbuka puasa. Foto: PM/Oviyandi Emnur
Sebagian warga berziarah di makam Teungku di Anjong sambil menunggu waktunya berbuka puasa. Foto: PM/Oviyandi Emnur
Sebagian warga berziarah di makam Teungku di Anjong sambil menunggu waktunya berbuka puasa. Foto: PM/Oviyandi Emnur
Kuah Beulngong atau kari kambing menjadi menu utama buka puasa bersama. Foto: PM/Oviyandi Emnur
Anak-anak menungu berbuka di halaman masjid. Foto: PM/Oviyandi Emnur
Usai berbuka seluruh warga antusias melakukan jamaah shalat magrib di Masjid. Foto: PM/Oviyandi Emnur

Komentar