(Foto/Ist)

PM, Banda Aceh – Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) Samsul Bahri alias Tiyong bertemu dengan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Senin (18/5) di kantor Gubernur Aceh.

Ia juga memposting  fotonya dengan Nova melalui akun facebooknya. Dalam foto tersebut,  keduanya terlihat akrab. Bahkan Ketua Partai Demokrat Aceh itu merangkul Ketua PNA dalam pose foto di ruang kerjanya.

Pertemuan itu seakan memberi sinyal hubungan keduanya sudah membaik. Sebagaimana diketahui, pasca penangkapan Irwandi Yusuf oleh KPK, hubungan pimpinan PNA dengan Nova Iriansyah sudah renggang. Sebagai salah satu partai pengusung pada Pilkada lalu, PNA merasa tidak dilibatkan oleh Nova dalam menyukseskan visi misi pemerintah Aceh sebagaimana komitmen awal koalisi partai pengusung Irwandi-Nova.

Bahkan, pada awal April lalu Tiyong dan kawan kawan juga sempat menduduki pendopo wakil gubernur beberapa hari untuk menjumpai Nova, namun Plt gubernur itu tidak mau menemui Tiyong.

Dengan beredarnya foto keduanya berangkulan di media sosial, menjadi bukti hubungan kedua ketua partai itu sudah cair.

Tiyong yang dihubungi Pikiran Merdeka mengakui pertemuannya dengan Nova Iriansyah untuk menguatkan kembali sinergi koalisi partai politik pengusung Irwandi-Nova. Dia tidak menampik selama ini hubungan PNA dengan Nova Iriansyah kurang mesra.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada komunikasi, Pak Nova meminta kami kembali membantu beliau mengawal visi misi Irwandi – Nova,” ujar Tiyong.

Diakui Tiyong, sebagai salah satu ketua partai pengusung yang sudah bekerja keras dalam menyukseskan Irwandi-Nova pada Pilkada 2017, ia sudah lama mengharapkan pertemuan dengan Nova Iriansyah. Namun, selama ini ada saja pihak yang menghalanginya sehingga terjadi miskomunikasi keduanya.

“Kami sudah clear-kan semuanya, Pak Nova juga sudah lama menginginkan pertemuan seperti ini,  namun baru bulan puasa  ini terwujud,” kata Tiyong.

Tiyong menampik alasan dirinya dirangkul oleh Plt Gubernur untuk menurunkan tensi kritikan dari kader PNA yang selama ini gencar mengkritik kinerja Pemerintah Aceh.

“Jika ada yang bilang saya sudah dirangkul atau sudah di ‘dalam’ itu persepsi salah. Kami  pihak yang terlibat langsung dan punya andil dalam kompetisi Pilkada lalu. Jadi lucu kalau ada yang bilang PNA sudah di dalam,” katanya sambil tersenyum.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sudah sepatutnya PNA dan koalisi partai pengusung mengawal dan membantu Pemerintah Aceh agar visi misi Irwandi -Nova terlaksana sebagaimana pernah dijanjikan ke rakyat pada masa kampanye lalu.

“Mudahan mudahan sesuai harapan rakyat Aceh,” kata Ketua Umum PNA itu. []

Komentar