IMG 20231021 WA0093
Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia yang berada di Gaza bergerak menyalurkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia untuk RS Indonesia. Dok: Mer-C

PM, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan perkembangan terkait situasi kritis Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Pemerintah Palestina di Gaza telah menyampaikan permintaan mendesak mengenai pasokan bahan bakar untuk mendukung operasional rumah sakit ini.

“Tanpa tambahan pasokan bahan bakar, dua rumah sakit kunci, yaitu Rumah Sakit Al Syifa Medical Complex dan Rumah Sakit Indonesia, dihadapkan pada risiko terhentinya operasi penting mereka. Informasi ini menunjukkan bahwa waktu tersisa sangat terbatas dan bahwa bantuan mendesak diperlukan,” ujar Retno dalam siaran persnya, Rabu (2/11).

Kementerian Luar Negeri Indonesia sendiri telah melakukan komunikasi dengan relawan Mer-C yang beroperasi di lapangan, dan berdasarkan informasi yang diperoleh, waktu yang tersisa hanyalah sekitar 48 jam sejak pagi. “Situasi ini sangat mendesak, dan sebagai tindakan kemanusiaan, Indonesia meningkatkan upaya untuk memastikan pasokan bahan bakar segera tersedia di Gaza.”

Menteri Retno Marsudi menyoroti kebutuhan mendesak ini untuk memastikan kelangsungan operasi rumah sakit ini dan menyelamatkan nyawa manusia yang sedang dirawat.

“Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada rumah sakit tersebut serta terus berupaya memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak dalam situasi yang kritis di Gaza,” tegasnya.