Aryos

PM, Banda Aceh – Pengamat politik dan keamanan Aceh Aryos Nivada menilai ketokohan MUzakir Manaf masih belum dapat ditandingi di internal Partai Aceh (PA).

Terbukti, pria akrab disapa Mualem ini kembali terpilih sebagai Ketua DPA-Partai Aceh, secara aklamasi dalam Musyawarah Besar II PA.

“Terpilihnya mualem secara aklamasi sebagai Ketua PA ini, dapat dibaca secara politik bahwa ketokohan mualem belum dapat ditandingi oleh beberapa pesaing yang muncul namanya dalam Mubes PA,” ujar Aryos, Rabu (14/2).

Baca: Kembali Pimpin PA, Mualem Siapkan Regenerasi Kader Partai

Namun demikian, kata dia, terpilihnya kembali Mualem dapat dibaca juga sekaligus sebagai hilangnya proses kaderisasi, serta minimnya energi baru yang mewarni di internal PA.

“Terpilihnnya Mualem dapat dibaca publik bahwa tidak adanya proses kaderisasi yang berjalan di internal PA. Karena publik juga mengetahui bahwa banyak juga kader PA yang memiliki talenta dan kapasitas memimpin. Publik akan menilai tidak ada warna dan energi baru secara kepartaian di partai aceh” ujar dosen FISIP Unsyiah ini.

Selain itu aryos juga menambahkan, selama kepemimpinan Mualem PA mengalami kekalahan dalam Pilkada 2017 di sejumlah daerah. Selain itu terjadi penurunan target perolehan kursi pada Pileg 2014.

“Sebagai catatan, di bawah kepemimpinan Mualem, PA mengalami kekalahan telak di lima daerah. Yaitu Abdya, Bireun, Aceh Besar, Banda Aceh dan Pidie. Yang paling tragis, jumlah kursi PA menurun pada Pileg 2014. PA hanya memperoleh 29 Kursi dari Total 81 Kursi DPRA. Padahal dalam Pemilu 2009 PA berhasil meraup 33 kursi dari total 64 kursi DPRA” demikian tutup Aryos.()

Komentar

Daftar Caleg Sementara Anggota DPRK Aceh Jaya Pemilihan Umum Tahun 2019