77 Warga Tolak Kibarkan Bendera Merah Putih

77 Warga Tolak Kibarkan Bendera Merah Putih
77 Warga Tolak Kibarkan Bendera Merah Putih

Salatiga—Gara-gara jalan desa tak kunjung diperbaiki, 77 kepala keluarga di RW 10 Dusun Belon, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, menolak dan memboikot imbauan mengibarkan bendera merah putih dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-67.

Pantas saja warga meradang, karena jalan kampung mereka sudah lima tahun tak tersentuh perbaikan. Apalagi jalan di kampung sebelah sudah mulus dan beberapa kali mendapat perbaikan.

Kabul (30) warga setempat menuturkan, sejak dibangun sekitar lima tahun lalu hingga sekarang, jalan kampung sepanjang sekitar satu kilometer itu belum pernah diperbaiki.

“Setahun setelah dibangun, jalan ini mulai rusak dan terus bertambah parah. Tapi hingga saat ini belum diperbaiki. Padahal daerah lain jalannya mulus.Ini menimbulkan kecemburuan sosial. Atas dasar itu, warga menolak memasang bendera merah putih sebagai bentuk protes kepada Pemkot Salatiga,” katanya, Rabu (15/08).

Hal senada diungkapkan Warsim (56). Warga kompak tidak memasang bendera karena kesal terhadap sikap pemerintah yang terkesan kurang tanggap dengan keluhan masyarakat.

“Penolakan pemasangan bendera ini kami lakukan untuk memprotes pemerintah. Kami tetap menghormati HUT Kemerdekaan RI dan cinta tanah air. Sekali lagi, penolakan pemasangan bendera ini, kami lakukan sebatas untuk memprotes Pemkot Salatiga,” ungkapnya.

Dari pantauan, Rabu (15/08), kondisi Jalan Kampung Belon yang menghubungkan Kecamatan Argomulyo dan Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang itu kondisinya rusak parah.

Sepanjang jalan tersebut aspalnya mengelupas dan menyisakan kerikil-kerikil dan batu kericak. Jika dilalui mobil debu-debu berterbangan ke udara hingga masuk ke rumah warga. Kondisi ini sangat dikeluhkan warga.

Menanggapi adanya penolakan tersebut, Plt Kepala Dinas Bina Marga dan PSDA Salatiga Agung Hendratmoko menyatakan, Pemkot Salatiga sudah mengakomodasi aspirasi warga Belon.

Pemkot sudah mengalokasikan anggaran senilai Rp205 juta untuk perbaikan jalan tersebut. “Saat ini masih dalam proses lelang dan baru memasuki masa sanggah. Rencananya perbaikan jalan itu akan dilakukan pada September nanti,” tandasnya. [sindo]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dikerjakan Asal Jadi, Bangunan Sipon Krueng Manggeng Hancur
Lantai pengaman Sipon di dasar sungai (krueng) Manggeng, Aceh Barat Daya hancur diterjang arus. Akibat kejadian itu sejumlah tebing yang merupakan tanah milik warga sekitar ikut longsor ke dalam sungai. Foto direkam, Jumat (25/4). [pikiranmerdeka.com | Syahrizal]

Dikerjakan Asal Jadi, Bangunan Sipon Krueng Manggeng Hancur

4D7A4025 C1C9 4D56 A64F 601DAAD83A63
CROSS CHECK: Tim Komnas HAM memeriksa mobil yang digunakan polisi dan laskar FPI saat insiden bentrok di tol Jakarta-Cikampek. Pemeriksaan berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/12). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Komnas HAM Rekomendasikan Kasus Tewasnya 4 Laskar FPI Dibawa ke Pengadilan Pidana