Syarifah Fatimah Zahra

PM, BANDA ACEH – Meningkatnya biaya untuk kebutuhan hidup dan sulitnya lapangan kerja, membuat banyak orang memutar otak dan mencari peluang usaha sampingan untuk menambah penghasilan bagi keluarga.

Saat ini, salah satu peluang yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah memiliki bisnis rumahan yang bisa dilakukan dengan modal kecil namun, dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Ide bisnis rumahan kadang-kadang bisa datang dari hal sederhana atau kegiatan rutin sehari-hari. Contoh kecil, dari rutinitas memasak sehari-hari yang dilakukan oleh sebagian besar ibu rumah tangga.

Hal ini pula yang kini dilakukan Syarifah Fatimah Zahra (30) warga Gampong Peniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. Berawal dari hobi memasak, kini ibu tiga anak ini mampu menghasilkan jutaan rupiah setiap harinya.

Menu masakan khas Aceh yang dimasak oleh Syarifah cukup mendapat respon dari warga sekitar dan sejumlah masyarakat di Kota Banda Aceh. Dalam sehari, Syarifah mampu menjual ratusan bungkus masakan khas Aceh.

“Pertama saya hobi memasak untuk suami saya agar dia tidak makan di luar. Tapi banyak keluarga dan sahabat yang memuji masakan saya,” ujar Syarifah, kepada pikiranmerdeka.co, beberapa hari lalu disela-sela mempersiapkan menu pesanan warga.

Untuk memasarkan masakannya, Syarifah pun memamfaatkan media sosial sebagai tempat untuk promosi. Di laman akun instagram dan facebooknya, wanita ini kerap memposting aneka foto dan video masakannya.

Al hasil, banyak nitizen yang menanyakan dan memesan masakan hasil olahannya. “Sekarang banyak yang memesan. Tidak hanya warga kota Banda Aceh, bahkan hingga luar Acehpun telah memasan masakan saya,” ujarnya.

“Alhamdulillah dalam satu hari saya dapatkan keuntungan Rp 1 juta lebih dari hasil masakan saya, satu hari ada ratusan orang yang memesan,” tambahnya.

Disebutkan, ada belasan resep masakannya yang banyak diminati oleh pengunjung akunya. Diantaranya, Kemamah (Ikan kayu), Tiram Tumis, Tiram daun Melinjo dan sejumlah masakan Khas Aceh lainya. “Resep paling dicari dan diminati selama dua bulan terakhir ini, Ia itu,” bebernya.

Untuk harga masakan sendiri kata Syarifah, harganya sangat ekonomis. Ia menjual mulai harga Rp20.000 hingga Rp50.000 perporsi. “Kebanyakan yang pesan Ibu –ibu rumah tangga dan mahasiswa,” sebutnya.

Semua resep masakan tersebut ia siapkan sendiri tanpa dibantu orang lain. “Ini sambilan waktu mempersiapkan masakan buat keluarga,” tutupnya.()

Komentar