Isu Mutasi Resahkan Pejabat Aceh Besar

pns
Isu Mutasi Resahkan Pejabat Aceh Besar

Jantho—Pasca penetapan pemenang bupati/wakil bupati Aceh Besar priode mendatang oleh KIP setempat beberapa waktu lalu, wacana pergantian dan perombakan posisi (mutasi) pejabat cukup kencang beredar d ijajaran Pemkab Aceh Besar.

Isu mutasi tersebut membuat sejumlah pejabat seperti kepala dinas dan Kabid di beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang sebelumnya bekerja di bawah pimpinan bupati Bukhari Daud dan wakil bupati Anwar Ahmad mengaku resah. Mereka khawatir masuk dalam daftar pergantian itu.

Meskipun demikian, beberapa pejabat mengaku tidak mempermasalahkan jika dirinya dimutasi oleh bupati/wakil bupati terpilih.

“Kalau memang masih dibutuhkan saya siap, namun kalau dimutasi pun saya siap,” ujar seorang pejabat di jajaran Pemkab Aceh Besar yang enggan namanya dikorankan, beberapa hari lalu.

Pejabat tersebut menilai, mutasi pejabat eselon yang nantinya dilakukan bupati/wakil bupati terpilih untuk menyesuaikan dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di Pemkab Aceh Besar.

“Untuk mempercepat pembangunan di Aceh Besar, bupati/wakil bupati baru pasti menggunakan SDM yang handal dan kompeten,” sebutnya.

Sementara itu, bupati terpilih Muklis Basyah yang ditanyai tanggapannya terkait isu tersebut mengaku sudah mengetahuinya sejak beberapa hari lalu.

“Saya sudah mendengarnya dari sejumlah kalangan tentang rumor tersebut,” ujar Muklis Basyah, kepada wartawan usai penetapan dirinya sebagai pemenang Pilkada 2012, Senin (16/4).

Menurutnya, seiring beralihnya kepemimpinan di Kabupaten Aceh Besar, dirinya sudah mempunyai beberapa program untuk membangun Aceh Besar selama lima tahun ke depan. Namun demikian, Muklis mengaku dirinya belum berpikir untuk melakukan perombakan SKPD dalam waktu dekat ini.

“Dalam seratus hari kerja belum ada wacana perombakan pejabat,” terang bupati terpilih yang diusung Partai Aceh itu.

Meskipun demikian, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan dirinya untuk melakukan perombakan di sejumlah SKPD untuk memaksimalkan program kerja yang telah dicananggkannya.

“Kalau kepala dinas lama masih berpotensi dan mampu bekerja maksimal akan dipertahankan untuk memmbangun Aceh Besar bersama-sama,” pungkasnya.[zal]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Demo Korban Konflik
Ratusan korban konflik berunjuk rasa di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (23/4). Massa menuntut dana pembangunan rumah, sebagai kompensasi atas rumah yang dibakar saat konflik dulu.(PIKIRAN MERDEKA/HERI JUANDA)

Pemerintah Aceh Luncurkan Aplikasi SIBRA: Korban Konflik Bisa Cek Progres Proposal Rehabilitasi Secara Online

IMG 20201112 WA0005
KMP Aceh Hebat 3 di galangan kapal PT Citra Bahari Shipyard, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (12/11/2020. Kapal berkapasitas 600 GT (Gross Tonnage) ini akan melayani rute penyeberangan Singkil–Pulau Banyak. (Foto/Humas)

Bagaimana Nasib Hak Angket DPRA?

WhatsApp Image 2021 05 28 at 08 46 31 1024x682 1
Petugas gabungan menyegel salah satu kafe di Banda Aceh. [Dok. Tribrata]

Lagi, 11 Kafe Disegel di Banda Aceh