Bersama Warga, YPANBA Bantu Pemulihan Akses Air Bersih

WhatsApp Image 2026 02 08 at 18.09.20 (1)
Relawan YPANBA bersama warga desa memasang peralatan pompa air untuk membantu pembersihan sumur warga terdampak banjir. [Ist]

PM, Banda Aceh – Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA) bersama perangkat desa di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara berupaya memulihkan akses air bersih bagi warga terdampak banjir.

Pemulihan lingkungan dilakukan melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat, meliputi pembersihan fasilitas umum seperti meunasah, saluran air, serta sumur umum yang selama ini digunakan secara komunal oleh warga.

Selain kerja bakti, YPANBA juga menyalurkan bantuan berupa mesin pompa air yang dapat digunakan secara bergiliran oleh masyarakat untuk membersihkan sumur-sumur dari endapan lumpur pascabanjir.

WhatsApp Image 2026 02 08 at 18.09.19
YPANBA menyalurkan bantuan mesin pompa air untuk membersihkan sumur-sumur dari endapan lumpur pascabanjir. [Ist]

Sebelumnya, keterbatasan akses air bersih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi warga. Sumber air dari sumur tadinya tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

YPANBA menegaskan bahwa pemulihan akses air bersih merupakan bagian penting dari upaya pemenuhan hak dasar masyarakat terdampak bencana.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera dipulihkan pascabencana. Melalui dukungan peralatan dan keterlibatan langsung di lapangan, YPANBA berupaya memastikan masyarakat dapat kembali mengakses air bersih secara layak dan aman,” ujar Ruwaida, Ketua YPANBA.

Sementara itu, pihak aparatur desa mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan YPANBA dalam proses pemulihan lingkungan.

Bagi mereka, dukungan YPANBA sangat membantu warga khususnya dalam membersihkan sumur dan fasilitas umum yang terdampak banjir. Upaya ini mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat.

WhatsApp Image 2026 02 08 at 18.09.20
Warga, dibantu relawan YPANBA membersihkan sumur warga terdampak banjir. [Ist]

Kegiatan pemulihan lingkungan ini dilaksanakan secara paralel oleh Tim Relawan YPANBA di Desa Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, serta Desa Blang Dalam, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjangkau sedikitnya dua desa dengan penerima manfaat langsung lebih dari 1.302 kepala keluarga atau sekitar 3.725 jiwa yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses air bersih pascabanjir. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IMG 20201109 WA0020
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melantik dan mengambil sumpah jabatan Anggota Komisi Informasi Aceh Periode 2020-2024 serta Keanggotaan Baitul Mal Aceh Periode 2020-2025 di Anjong Monmata, Banda Aceh, Senin, (9/11/2020). (Foto/Humas)

Baitul Mal Perlu Lebih Selektif Salurkan Bantuan Masyarakat

Terseret Banjir dan Tanah Longsor, Warga Labuhanhaji Hilang
Warga mengecek jembatan gantung di Desa Trieng Meduro Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, putus total akibat di hantam banjir pada Jumat (11/12) malam. Sarana penghubung ini merupakan akses transportasi satu-satunya dari Desa Trieng Meduro Tunong ke Desa Panton Luas dan Desa Sawang Dua. | Pikiran Merdeka/Hendrik

Terseret Banjir dan Tanah Longsor, Warga Labuhanhaji Hilang