PM, Banda Aceh – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh terus bertambah. Hingga Sabtu (3/1/2026) pukul 21.00 WIB, tercatat 542 orang meninggal dunia dan 31 orang masih dinyatakan hilang.
Data tersebut disampaikan Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, berdasarkan laporan pemantauan Pos Terpadu Pemerintah Aceh.
“Laporan pemantauan data penanggulangan bencana alam hidrometeorologi di Pos Terpadu Pemerintah Aceh menunjukkan korban meninggal dunia mencapai 542 orang, dan 31 lainnya masih hilang,” ujar Murthalamuddin.
Bencana yang dipicu curah hujan ekstrem ini melanda 18 kabupaten/kota, mencakup 202 kecamatan dan 3.543 gampong di seluruh Aceh.
Total warga terdampak tercatat mencapai 670.842 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.583.376 jiwa. Selain korban jiwa, 4.939 orang mengalami luka ringan dan 474 orang mengalami luka berat.
Saat ini terdapat 1.008 titik pengungsian yang menampung 58.459 KK atau 231.302 jiwa. Murthalamuddin menyebut jumlah pengungsi mulai berkurang.
“Sebagian warga sudah kembali ke rumah keluarga atau kerabat yang tidak terdampak banjir,” katanya.
Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum dilaporkan cukup parah. Tercatat 227 unit perkantoran, 638 tempat ibadah, 1.027 sekolah, serta 180 rumah sakit dan puskesmas mengalami kerusakan. Selain itu, 670 pondok pesantren juga terdampak.
Sektor transportasi turut lumpuh dengan 1.593 titik badan jalan dan 468 jembatan mengalami kerusakan.
Kerugian harta benda warga meliputi 144.865 rumah rusak, 51.335 hektare sawah, 25.074 hektare kebun, serta 39.910 hektare tambak. []
Belum ada komentar