Belasan Hektare Sawit di Hutan Lindung Dimusnahkan

Belasan Hektare Sawit di Hutan Lindung Dimusnahkan
Belasan Hektare Sawit di Hutan Lindung Dimusnahkan

PM, Meulaboh – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) gabungan menebang pohon kelapa sawit seluas 14,6 hektare karena masuk dalam kawasan hutan lindung, di Desa Pasir Belo, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Provinsi Aceh.

“Sejak kemarin (Jumat) sudah kita mulai melakukan penebangan dengan luas 14,6 hektare tahap pertama, cuma kondisi hujan sedikit terkendala dan hari ini tim masih menebang,” kata Kepala KPH VI Subulussalam, Irwandi, di Aceh Selatan, Sabtu.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon genggamnya ia menjelaskan, masyarakat yang telah terlanjur menanam sawit di kawasan hutan lindung tersebut tidak keberatan saat tim melakukan penebangan karena ke depan pemerintah akan menjadikan kawasan itu perhutanan sosial untuk kegitan ekonomi.

“Masyarakat juga ikut menebang bersama kita di lokasi, tidak ada yang merasa keberatan setelah kita menjelaskan bahwa yang mereka lakukan adalah salah. Ke depan akan diupayakan sebagai kawasan perhutanan sosial bagi warga sekitar,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, tidak ada target berapa lama pekerjaan penebangan pohon sawit di kawasan hutan lindung tersebut, apabila cuaca mendukung maka hanya dalam hitungan beberapa hari kegiatan tahap pertama itu sudah tuntas.

Tim yang melakukan penebangan pohon sawit itu terdiri dari unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh bersama UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) VI, tim Forum Konservasi Leuser (FKL), Polisi dan masyarakat pemilik pohon sawit tersebut.

Untuk sampai ke lokasi, tim harus menyeberang sungai menggunakan perahu dengan estimasi perjalanan 2,5 jam dari desa terdekat untuk menuju titik lokasi yang masih masuk dalam kawasan Desa Pasir Belo, Kecamatan Sultan Daulat.

Menurut data FKL, sejak September 2014 hingga November 2018 telah dilakukan pemusnahan pohon sawit illegal seluas 2.000 hektare karena berada di kawasan hutan lindung, suaka marga satwa rawa Singkil dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). | Ant

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

f3a17d74 af32 4e4b 804b 81d64dbd48381
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto saat menyampaikan samutan dalam pelantikan Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB-IPAR) Periode 2023-2026, di Aula Gedung BPMP Aceh, Sabtu (6/5/2023). [Dok. Humas]

Iswanto Tegaskan Dirinya Tidak Anti Kritik

997840 720
Warga Myanmar di Thailand menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kedutaan Besar Myanmar di Bangkok pasca kudeta militer Myanmar, pada 1 Februari 2021. [REUTERS/Athit Perawongmetha]

Jaringan Sipil Asia Kecam Kudeta Militer di Myanmar