Jokowi: Sampai Detik Ini Tidak Ada Pemikiran untuk Minta Maaf ke PKI

Jokowi: Sampai Detik Ini Tidak Ada Pemikiran untuk Minta Maaf ke PKI
Jokowi: Sampai Detik Ini Tidak Ada Pemikiran untuk Minta Maaf ke PKI

Jakarta – Presiden Jokowi memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Presiden berharap dalam peringatan ini Bangsa Indonesia selalu waspada terhadap rongrongan gerakan PKI terhadap ideologis Pancasila.

“Pertama, kita tetap harus waspada jangan sampai ada kurang kewaspadaan sehingga peristiwa seperti ini, meskipun saya yakin tidak akan terjadi lagi. Dan kita berharap peristiwa G30S PKI ini tidak akan terjadi lagi di bumi pertiwi kita,” kata Jokowi di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10).

Jokowi menegaskan, pemerintah tidak ada niat untuk meminta maaf terhadap anggota keluarga PKI.

“Tidak ada pemikiran mengenai minta maaf, sampai detik ini tidak ada ke arah itu,” tegas Jokowi.

Jokowi juga menanggapi soal beredarnya broadcast yang menyebutkan bila dia akan minta maaf kepada keluarga PKI. Dengan tegas, Jokowi membantahnya.

“Sampai saat ini tidak ada pemikiran untuk minta maaf, jadi kalau mau tanya, tanyakan ke yang nyebar-nyebarin. Jangan tanya ke saya,” tutup Jokowi. [PM003]  

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Adik Ipar Orang Dinas Dapat Rumah Bantuan, Janda Tiga Anak Luput Perhatian
RUMAH Rosnadiar, janda tiga anak yang berkonstruksi dinding papan di Gampông Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, tampak memprihatinkan serta tidak layak huni. Keluarga miskin ini luput dari perhatian Pemkab Aceh Selatan. | Foto: Hendrik Meukek

Adik Ipar Orang Dinas Dapat Rumah Bantuan, Janda Tiga Anak Luput Perhatian

Duh, Menteri Puan Dapat Rapor Buruk, Siapa yang Lain?
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Menteri Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 2 November 2015. |ANTARA

Duh, Menteri Puan Dapat Rapor Buruk, Siapa yang Lain?