PM, Banda Aceh – Puluhan mahasiswa berunjuk rasa menolak kenaikan BBM di Simpang Galon, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (31/3) dini hari.

Dalam aksinya, mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unsyiah, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP Unsyiah, Suara mahasiswa untuk rakyat (SMUR), dan Himpunan mahasiswa Aceh Selatan (HIMAS), menolak keras rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diberlakukan pada April mendatang oleh pemerintah. Menurut mereka, kebijakan menaikkan harga BBM semakin memberi penderitaan terhadap rakyat.

Koordinator aksi, Fahrurrazi dalam orasinya mengatakan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM semakin menambah kesengsaraan rakyat karena mengakibatkan harga kebutuhan pokok semakin mahal, biaya pendidikan semakin tinngi, dan akan bertambahnya jumlah pengangguran.

“Dengan menaikkan harga BBM, rakyat semakin teraniaya dan bertambah disengsarakan, kemudian akan semakin banyak anak-anak putus sekolah dikarenakan segala kebutuhan akan mahal,” ujarnya.

Aksi damai itu menarik perhatian warga yang melintas di sepanjang jalan tersebut. Usai menyampaikan orasinya, para mahasiswa melakukan doa bersama yang dipimpin satu orang, kemudian para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Aksi yang digelar sejak pukul 11.00 hingga 01.30 itu berlangsung aman. Beberapa  aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi. Dalam aksi itu para pendemo membakar ban mobil dan membawa atribut dan tulisan-tulisan yang menolak kenaikan harga BBM. [cai]

Komentar