Inilah lokasi longsor di Titi Maut Tangsaran Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues yang menyebabkan arus transportasi jalan lintas Blangkejeren Aceh Tengah tembus ke Banda Aceh lumpuh total. Foto: Anuar Syahadat.

PM, Blangkejeren – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues menyebabkan salah satu jembatan jalan lintas nasional ambruk tertimbun tahan runtuh (longsor). Jembatan yang bernama Titi Maut tersebut berada di daerah Tangsaran jalan Lintas Nasional antara Kabupaten Gayo Lues menuju Aceh Tengah tembus ke Banda Aceh.

Ali, salah satu warga Blangkejeren yang sempat terjebak di Tangsaran, Minggu dini hari (30/08/2015) mengatakan, Titi Maut di daerah Tangsaran ambruk pada Sabtu (29/08/2015) sore. Selain tanah gunung berlumpur setinggi belasan meter menutupi badan jalan, bebatuan gunung juga ikut turun hingga menghancurkan jembatan.

“Daerah yang longsor itu masih masuk ke dalam wilayah Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues. Hingga saat ini kendaraan roda empat masih belum bisa melintasinya, panjang longsornya mencapai 70 Meter,” katanya.

Saat ini, kata Ali, di lokasi reruntuhan hanya ada dua alat berat yang bekerja membersihkan lumpur badan jalan. Upaya penanganan longsor itu belum maksimal dilakukan oleh pihak pemerintah hingga membutuhkan waktu yang lama baru bisa dilintasi kendaraan.

“Kalau kendaraan roda dua, alhamdulilah sudah bisa lewat meskipun harus dibantu dorong oleh orang-orang yang berada di lokasi, tetapi untuk roda empat masih belum bisa, sepertinya masih membutuhkan waktu dua hari lagi,” katanya.

Ali mengatakan, pihak Kepolisian Gayo Lues turut membantu pembersihan badan jalan yang tertimbun longsor tersebut. Sebagian kendaraan roda dua ikut didorong polisi saat melintasi jalan yang licin tersebut.

“Kita meminta kepada Gubenur Aceh agar segera memerintahkan pimpinan Projabal (PPK8) menambah alat berat ke Lokasi longsor itu, supaya masyarakat yang terjebak di lokasi bisa lewat, kasihan masyarakat di sana yang sebagian tidak makan,” pintanya.

“Kalau ada warga yang hendak melintasi jalan Blangkejeren menuju Aceh Tengah atau sebaliknya, sebaiknya menunggu longsor bisa dilintasi dulu, kasihan nanti terjebak di tegah hutan tanpa ada warung atau perumahan warga di sana,” pinta Ali.

Menurut data yang dihimpun, dua alat berat di lokasi Longsor itu merupakan milik Projabal yang kini digantikan namanya menjadi PPK8. Pihak Projabal diduga kerap mengabaikan keadaan darurat di Gayo Lues untuk membersihkan longsoran. Bahkan badan jalan yang berlubang masih banyak yang belum ditambal yang seharusnya pekerjaan PPK8.

Pada tahun lalu, daerah Tangsaran juga mengalami longsor yang parah, akibatnya Anggaran pemerintah Kabupaten Gayo Lues ikut terserap membantu pihak PPK8 membersihkan longsoran, sedangkan PPK8 di Gayo Lues tidak maksimal bekerja.

[PM005]

Komentar