Penjara

Idi—Puluhan tahanan hakim  Pengadilan Negeri Idi,  Aceh Timur, mengaku merasa tersiksa setiap menunggu giliran sidang di pengadilan setempat. Selain kamar mandi dalam sel tidak berair,  mereka juga tidak diberi makan dan minum oleh petugas.

“Kami kadang-kadang sampai satu hari penuh menungggu giliran sidang di sel pengadilan. Kami tidak beri makam dan minum. Lebih aneh lagi, sudah lapar sidang pun tak jadi. Tidak ada jaksalah, hakimlah dan berbagai alasan lainnya,” kata seorang tahanan hakim, berinisial F di PN Idi, Rabu (18/4/2012).

Pengakuan F, terdakwa kasus narkoba ini dibenarkan puluhan tahanan lainnya. Mereka mengaku tidak pernah diberikan makanan atau minuman setiap hari persidangan di gelar. Menurut mereka, kejadian itu seminggu sekali ketika mereka dibawa ke ruang tahanan pengadilan.

Biasanya, lanjut para tahanan ini, setiap giliran sidang mereka dijemput jaksa dibawah kawalan polisi menggunakan mobil tahanan kejaksaan sekitar pukul 09.00 pagi dan pulang sore hari.

Para tahanan titipan hakim  ini baru memperoleh makan bila ada sanak keluarga terdakwa masing-masing yang datang menjenguk. “Itupun tidak semua tahanan bersamaan dijenguk keluarga.Kadang dengan sebungkus nasi harus dibagi dengan puluhan tahanan lainnya,” kata mereka.

Selain tidak diberikan makan dan minum, kamar mandi di ruang sel tahanan titipan PN Idi tidak ada air, sehingga para tahanan tidak bisa  buang air kecil dan air besar.

Para tahanan meminta pihak terkait untuk menindaklanjuti keluhan mereka, karena menurut mereka pemerintah telah menyediakan anggaran untuk biaya makan tahanan.

Terkait keluhan para tahanan ini,  pihak PN Idi tidak mau berkomentar. Bahkan, hakim di sana tidak bersedia ketika hendak ditemui wartawan.[isd]

Komentar