bomb dynamite

Meulaboh—Kediaman anggota dewan dari Partai Aceh kembali menjadi sasaran pelemparan granat, Minggu (13/5) dini hari. Kali ini menimpa rumah Ridwan, anggota DPRK Aceh Barat. Meski tidak ada korban jiwa, insiden itu menimbulkan trauma berat bagi keluarga korban.

Kapolres Aceh Barat AKPB Artanto mengatakan granat tersebut diledakkan di halaman rumah Ridwan yang berada di Jalan Seulawah Meulaboh. “Saat ledakan terjadi, Ridwan sedang tidak di rumah. Hanya istri dan anaknya di rumah itu. Mereka yang sedang terlelap kaget mendengar suara ledakan di halaman rumahnya,” kata Artanto, Minggu (13/5).

Akibat ledakan tersebut, kata Kapolres, terjadi kerusakan di atap plafon dan hiasan rumah seperti pot bunga dan kaca jendela sebagiannya hancur. “Umumnya terkena sepihan granat yang meledak di lokasi pagar rumah,” katanya.

Suara ledakan sempat membuat warga seputar kota Meulaboh terbangun dan berhamburan keluar rumah. Warga juga sempat melihat kumpulan asap putih pasca-ledakan. “Saya langsung datang ke lokasi. Informasi sementara granat tersebut dilempar oleh orang tak dikenal sambil berjalan menggunakan sepeda motor,” kata Kapolres Artanto.

Terekam CCTV

Aksi penggranatan di halaman rumah anggota DPRK Aceh Barat itu sempat terekam kamera CCTV. Menurut Kapolres Artanto, kamera CCTV tersebut terpasang di rumah tetangga Ridwan dan saat ini sudah diamankan kepolisian untuk diselidiki peneror itu. “Kamera CCTV-nya sudah kita amankan dan digambar terekam ada pengendara sepeda motor melempar granat ke lokasi halaman rumah Ridwan,” katanya.

Meski demikian, kata Artanto, sejauh ini belum diketahui motif penggranatan rumah milik anggota dewan dari Fraksi Partai Aceh itu. “Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi terdekat,” katanya.

Aparat kepolisian bersama BKO Brimob dan Gegana langsung menyisir ke lokasi kejadian untuk mencari jejak pelaku serta memastikan tidak ada granat lain yang dilempar ke halaman rumah itu. “Anggota polisi sejak tadi malam terus kita siagakan di lokasi kejadian perkara guna memastikan keamanan rumah itu,” katanya.

Rizwan: Saya Merasa Tak Punya Musuh

Banda Aceh—Rizwan, Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat mengaku kaget saat mengetahui rumahnya digranat, Minggu (13/5) dini hari. Sebab, selama ini ia tidak pernah mendapatkan teror baik melalui telepon ataupun pesan singkat dari siapa pun.

Rizwan juga mengaku tidak memiliki musuh yang bisa berujung pada aksi penggranatan seperti itu. Dia mengatakan saat kejadian dirinya sedang tidak di rumah. “Saat kejadian saya masih dalam perjalanan dari Banda Aceh menuju Meulaboh,” kata anggota dewan dari PA tersebut.

Keluarganya sangat trauma dengan kejadian tersebut. Menurut Rizwan, kini istri dan anaknya telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Seperti Gempa

Sementara itu, Marlina, istri Ridwan menjelaskan, suara ledakan tersebut terjadi saat ia bersama anaknya Fairiz sedang terlelap tidur. Ledakan itu disertai dengan guncangan keras seperti diayun gempa.

Kemudian, jelas Marlina, dirinya bergegas keluar rumah membawa anaknya yang masih berusia dua tahun itu. Dia melihat kumpulan asap dengan bau amis masih menyelimuti rumahnya. “Tapi saya tidak melihat seorang pun saat itu,” katanya.

Sebelum ia pulang ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB bersama anaknya, Marlina mengaku tidak terlihat kondisi mencurigakan atau ada orang lain di dekat rumahnya itu. “Tidak ada terlihat benda mencurigakan sebelumnya waktu saya pulang malam pukul 10.00 malam. Waktu meledak, terasa goyangan kuat di rumah saya,” katanya.[ant/gaz/apc]

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA