Foto : Rumah warga berkubang di Desa Nga, Kemukiman Matang Ubi, Lhoksukon, Aceh Utara. (Pikiran Merdeka | Cut Islamanda)

PM, Lhoksukon – Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di Desa Nga, Kemukiman Matang Ubi, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, hidup dalam kubangan sejak lima bulan terakhir. Mereka berharap Muspika dapat turun ke lokasi guna mencari solusi terkait permasalahan tersebut.
Fitriani, 27 tahun, saat ditemui Pikiran Merdeka, Sabtu (22/08/2015) menuturkan, air kubangan yang memenuhi lingkungan tempat tinggalnya terjadi karena salah seorang warga setempat menutup parit, sehingga air buangan tidak bisa mengalir lagi.
“Kubangan ini tidak seberapa. Jika hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Jangankan untuk tidur di malam hari, duduk saja tidak bisa,” ujarnya yang dibenarkan Salamah Abdullateh, 60 tahun, warga setempat.
Kata Fitriani, permasalahan itu sudah dilaporkan warga keuchik desa, tapi tidak ada penyelesaian. Pemilik tanah tetap tidak mengizinkan warga membuat parit, meski keuchik langsung yang memintanya.
“Ini aneh, diminta tidak boleh, beli juga tidak boleh. Kami minta Pemkab Aceh Utara melalui Muspika Lhoksukon bisa turun membantu. Kasihan anak-anak harus berada dalam kubangan terus-menerus,” ucapnya.
Kondisi itu dibenarkan Keuchik Desa Nga, Sofyan. Secara terpisah via telfon seluler ia mengatakan, permasalahan itu sudah terjadi jauh-jauh hari sebelum ia menjabat keuchik. Namun demikian ia tetap berupaya mencarikan solusi dan memediasi antara kedua pihak (20 KK dan pemilik lahan).
“Saya bingung harus bagaimana lagi, pemilik lahan tetap bersikukuh tidak memberi izin warga membuat parit dengan dalih tanah itu sudah dibeli dari pemilik sebelumnya. Babinsa Koramil 08 Lhoksukon juga sudah datang, tapi hasinya nihil,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Sofyan, ia berusaha mengusulkan pembersihan saluran/parit jalan Desa Nga ke dalam musrembang kecamatan. “Mudah-mudahan disetujui,” singkatnya. (PM003)

Komentar