PM, Pidie Jaya – Sehari usai kembali menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Pidie Jaya, Said Mulyadi meresmikan pasar tradisional rakyat di Ulee Gle, kecamatan Bandar Dua. Pasar ini dulunya sempat roboh akibat gempa bumi 7 Desember 2016 silam.

Pasar tradisional itu dibangun dengan menggunakan dana rehabilitasi dan rekonstruksi paska gempa sebesar Rp3,8 milyar. Pengerjaan pasar ini sejatinya bersamaan dengan pembangunan Masjid At-taqarub Trienggadeng yang nilainya mencapai Rp 26,3 Milyar, dimana dananya ditempatkan di Kementerian PU PR.

Said Mulyadi saat menyempaikan pidatonya pada peresmian Pasar Tradisonal Rakyat tersebut, Senin (25/6) mengatakan, keberadaan pasar tradisional itu diharapkan dapat membantu meringankan masyarakat penjual ikan dan sayur, serta warga tidak lagi kesulitan dalam berbelanja.

“Abuwa dan saya akan selalu berusaha agar segala sesuatu yang kami lakukan dapat berguna untuk masyarakat Pidie Jaya. Kemajuan dan kemandirian ekonomi masyarakat Pidie Jaya, merupakan fokus kerja kami. Dan semoga pasar ini dapat semakin menggerak ekonomi masyarakat,” ujar pria yang biasa disapa Waled itu.

Waled juga menyebutkan, dalam proses pembangunan tersebut, dirinya dengan Bupati Kabupaten Pidie Jaya, Aiyub Abbas, mulanya mencoba melobi Pemerintah Pusat guna menyetujui anggaran pembangunan rehab-rekon.

Sementara itu, salah satu pedagang ikan di dekat lokasi pasar tersebut kepada pikiranmerdeka.co mengaku, pasar tradisional yang telah diresmikan ini akan sangat berguna bagi pedagang.

“Selama ini, kami berjualan di pinggir jalan di dekat lokasi pasar yang baru saja diresmikan ini, berjualan di bawah terik sinar matahari, Alhamdulillah kini kami sudah bisa berjualan kembali di pasar yang baru,” jelasnya. []

Reporter: Nurzahri

 

Komentar