Wali Kota memeriksa tas salah seorang siswa, saat menggelar razia narkoba di SMA 1 Banda Aceh. (Foto: Humas Pemko)

PM, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak MM  menggelar razia narkoba di SMA 1 Banda Aceh, Kamis (1/11) pagi tadi.

Informasi dari Humas Pemko Banda Aceh, Aminullah didampingi Kepala Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Banda Aceh, Hasnanda Putra. Selain itu, ia juga datang bersama Asisten Pemerintahan Setdakota, Bachtiar S Sos dan Kepala Dispora Kota, Hamdani, Kadisdikbud, Saminan serta Kepala Kesbangpolinmas Kota, Faisal S STP.

Saat masuk ke kelas siswa, Aminullah lebih dulu menjelaskan kepada siswa perihal kedatangannya untuk melakukan razia narkoba. Para siswa pun diminta berdiri di depan kelas dan meninggalkan tas masing-masing di kursi mereka.

“Ahamdulillah, tidak satupun dari tas kalian ditemukan narkoba,” kata Aminullah.

Dirinya juga mengingatkan kepada siswa akan bahaya narkoba yang dapat merusak diri dan masa depan.

“Dampaknya sangat parah, bukan hanya menghacurkan diri dan masa depan tapi juga menghancurkan perekonomian,” tambah Amin.

“Karenanya Saya mengajak semua siswa untuk memerangi narkoba. Kalian harus berkontribusi, kalau kedapatan, apakah di sekolah, di kampung atau dimana saja tolong laporkan, laporan bisa disampaikan ke Walikota secara langsung, atau juga melalui BNN Kota atau Kepala Sekolah,” pungkasnya.

Kerugian Ekonomi Karena Narkoba di Aceh Capai Rp1,5 T

Sementara itu, Kepala BNNK Kota, Hasnada Putra mengungkapkan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh narkoba mencapai Rp1,5 T di Aceh setiap tahunnya.

“Estimasi kerugiannya mencapai Rp1,5 T di Aceh dalam setahun, itu data tahun 2017. Untuk data Indonesia kerugian mencapai Rp84,7 T. Sangat besar kehancurannya,” kata Hasnanda.

Dari data tahun 2017, angka pecandu narkoba di Aceh sudah mencapai 63.032 orang, dengan mayoritas usia di kisaran 30 tahun.

“Untuk kota Banda Aceh belum kita temukan data pasti, nanti kami akan lakukan survei,” tambah Hasnanda. []

Komentar