Pasien keracunan dirawat di Puskesmas Sawang.(pikiranmerdeka.co/Hendri Meukek)

PM, TAPAKTUAN – Sebanyak sembilan orang warga Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, terpaksa dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sawang, pada Rabu (14/3) sekira pukul 21.30 WIB malam, karena diduga mengalami keracunan makanan di sebuah tempat acara.

Karena Puskesmas dimaksud sedang mengalami kekosongan tenaga dokter, untuk menyelamatkan nyawa sembilan orang korban keracunan makanan tersebut, proses tindakan medis terpaksa harus ditangani secara langsung oleh para perawat Puskesmas tersebut.

Meskipun nyawa sembilan orang warga korban keracunan makanan itu dapat diselamatkan oleh perawat, namun kondisi kekosongan tenaga dokter umum di Puskesmas tersebut, tetap disesalkan serta dikritik berbagai pihak termasuk anggota DPRK Aceh Selatan dari Fraksi Partai Aceh (PA), Tgk Adi Zulmawar.

Legislator asal Kecamatan Sawang ini mengatakan, sesaat pasca menerima informasi sebanyak sembilan orang warga Gampong Simpang Tiga mengalami keracunan makanan, ia langsung menuju ke instansi medis yang berada di pusat Kecamatan Sawang itu guna menjenguk para warga korban.

“Saya berada di Puskesmas tersebut hingga pukul 24.00 WIB lewat. Saya melihat sendiri para korban hanya ditangani seadanya sesuai kemampuan ilmu medis para perawat piket. Tidak nampak seorang pun tenaga dokter umum saat itu,” kata Tgk Adi Zulmawar kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (15/3).

Anehnya, lanjut Tgk Adi, saat ia menanyakan keberadaan dokter umum, para perawat Puskesmas setempat mengaku bahwa instansi medis yang telah ditingkatkan statusnya oleh Pemkab Aceh Selatan menjadi Puskesmas rawat inap tersebut, selama ini hanya memiliki satu orang tenaga dokter.

Celakanya lagi, satu-satunya tenaga dokter tersebut sejak beberapa pekan lalu telah mengambil cuti kerja karena sedang mengikuti diklat prajabatan CPNS di Tapaktuan.

“Padahal para perawat tersebut sangat membutuhkan kehadiran atau pendampingan dokter secara langsung dalam melakukan tindakan medis. Tapi sayangnya, Puskesmas yang sudah ditingkatkan status menjadi Puskesmas Rawat Inap tersebut justru mengalami kekosongan dokter,” ujarnya.

“Untuk apa jumlah Puskesmas rawat inap terus diperbanyak sementara kualitas pelayanannya semakin bobrok. Kami harapkan kepada Kadiskes, tolong benahi kembali kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas-puskesmas, sebab instansi medis itu merupakan andalan utama masyarakat di gampong-gampong yang membutuhkan penanganan medis segera,” pinta Tgk Adi.

Kepala Puskesmas Sawang, Jon Afrizal S.KM sejauh ini belum berhasil dikonfirmasi karena ketika dihubungi ke nomor ponselnya, tidak diangkat meskipun terdengar suara panggilan masuk.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Halizan Ismail yang dimintai konfirmasi membenarkan Puskesmas Sawang mengalami kekosongan tenaga dokter saat ini, karena tenaga dokter yang ada sedang mengikuti diklat prajabatan.

Sedangkan menyangkut tempat tidur pasien (bet) yang tidak cukup sehingga para pasien banyak yang tidak mendapat bet pada malam itu, menurut Halizan Ismail hal itu disebabkan karena pasien yang masuk secara mendadak pada malam itu sangat membludak sehingga persiapan bet yang ada tidak cukup.

“Masuknya pasien secara mendadak mencapai 14 orang pada malam itu belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga persiapan bet di Puskesmas Sawang tidak cukup. Persoalan-persoalan yang timbul tersebut segera akan kami cari solusi secepat mungkin,” pungkasnya. ()

Komentar