Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA.

PM, Langsa – Rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Indonesia untuk investasi atau mengelola aset wakaf Habib Bugak al Asyi di Saudi Arabia, hingga kini terus mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Dosen Pascasarjana IAIN Zawiyah Cot Kala, Kota Langsa, Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA. Ia menjelaskan, meskipun, belum diketahui persis detail rencana pengelolaan tersebut, akan lebih baik Pemerintah Pusat tidak mengelola atau investasi pada tanah wakaf tersebut.

Baca: Ternyata, Pemerintahan Orba Juga Pernah Minta Baitul Arsy Dialihkan

“Saya kira penolakan ini dapat dipahami. Penolakan lebih disebabkan oleh persoalan trust, sejarah dan keadilan. Faktor inilah, yang kemudian menjadi penolakan atas wacana pengelolaan, atau investasi oleh pemerintah pusat,” ucapnya, Senin (12/3).

Saat ini, katanya, yang harus dipikirkan oleh Pemerintah Pusat adalah merangkul atau menggalang para hartawan Indonesia agar mau membeli tanah atau investasi di tempat lainnya untuk diwakafkan seperti Habib Bugak al Asyi.

“Bukan tidak mungkin rakyat Indonesia yang sukses secara ekonomi bersedia mewakafkan hartanya bagi rakyat Indonesia,” ucapnya.

Pemerintah Pusat, sambungnya, harus mendorong sekaligus memotivasi hartawan Indonesia untuk menjadi pewakaf (wakif) hartanya. “Dibandingkan rencana investasi atau mengambil alih kelola wakaf al –Asyi, yang saat ini sudah berjalan dengan baik dan menguntungkan rakyat Aceh,” tegasnya.

“Saya kira, akan ada hartawan yang bersedia untuk menjadi pewakaf. Pemerintah pusat berperan sebagai fasilitator dan akselarator bagi calon pewakaf di Indonesia,” sebutnya lagi.

Sambung Emi panggilan akrab Amiruddin Yahya, konsep ini akan lebih arif dan bijaksana dan membuka ruang bagi hartawan Indonesia untuk berbagi kebaikan dengan masyarakat Indonesia lainnya. Sehingga, pada akhirnya, kita akan memiliki sosok seperti Habib Bugak al – Asyi bertaburan di negeri ini.

“Memang, konsep pengembangan itu baik dan tidak salah. Tetapi, jika tidak tepat penanganannya bukan keuntungan yang akan diperoleh, justru sebaliknya mendapatkan kerugian yang besar. Biarkan saja yang sudah berjalan saat ini. Lagi pula rakyat aceh sudah diuntungkan,” tutup tokoh muda Langsa ini.()

Komentar