PM, Lhokseumawe–Puluhan Jurnalis dari media cetak, elektronik di Kota Lhokseumawe, Kamis (3/5) memperingati hari kebebasan pers internasional dengan menggelar akasi damai di jalan Merdeka Barat.

Orasi itu dilakukan pada pukul 09:30 wib itu, pekerja pers membentangkan spanduk yang bertuliskan “Lawan Impunitas, Adili Para Pembunuh Jurnalis” sambil melakukan orasi secara bergantian.

Koordinator aksi, M. Agam Khalilullah, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas berbagai pembunuhan dan kebebasan terhadap jurnalis di Aceh seperti kasus Ersa Siregar jurnalis RCTI dan Muhammad Jamaluddin jurnalis TVRI Aceh yang belum diusut secara tuntas.

Menurutnya, hingga kini aparat keamanan belum dapat mengungkap kasus pembunuhan sehingga dinilai Negara Indonesia sangat lemah. Sejak tahun 1996 hingga sekarang, AJI Indonesia mencatat sedikitnya terdapat delapan kasus pembunuhan jurnalis yang tidak diusut tuntas, dan pelakunya belum diadili, dua diantaranya jurnalis Aceh, yaitu Ersa Sirega dan Muhammad Jamaluddin.

Rasa keprihatinan itu, Aliansi Jurnalis Indenpenden (AJI) mengirimkan surat kepada Presiden SBY untuk dapat mengungkap pelanggaran pembunuhan wartawan di Indonesia terutama di Aceh.

Aksi orasi itu juga di warnai dengan pembagian stiker yang yang mengajak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Aksi itu juga dihadiri oleh seluruh organisasi pers di Lhokseumawe, seperti AJI, PWA, PWI dan Elmen Sipil di Lhokseumawe.[cff]

Komentar